Apa itu LARA With Me?




Lara - adalah sebuah robot interaktif, yang dapat bekerja dengan uang Anda dan membayar Anda 3% laba harian. Investasi Anda aktif seumur hidup. 

Misi Lara adalah untuk memastikan bahwa harta, keamanan dan kebebasan finansial Anda akan membantu Anda untuk dapat melakukan apapun yang Anda ingnkan.

Membantu Anda hidup bebas. Berbasis pada Telegram Messengger yang merupakan platform yang sangat aman, Lara dapat dianggap sebagai instrumen pendapatan pasif yang paling dapat diandalkan yang pernah ada.

Lara merupakan Perusahaan Multinasional yang berkedudukan di US & UK, dgn nama LARA WITH ME LTD di Inggris dan  LARA WITH ME LLC. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Dengan menjaga merek LARA WITH ME LLC. DELAWARE USA, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi portofolio investasi secara maksimal dengan pengabungan perusahaan LTD. UK yang terdaftar di :

LARA WITH ME LTD

34 MARKHAM CRESCENT
DUNSTABLE
ENGLAND
LU5 4SS

Nomor Perusahaan 10307799

Tanggal Pendirian: 2016/02/08

UK. Goverment


Sistem Kerja Telegram Groups Lara With Me cukup simple seperti berikut :

  • Investasi mulai dari $10 - $25.000
  • Profit 3% setiap hari dan selamanya
  • BEP / Balik Modal 34 hari
  • Alat Pembayaran Bitcoin, Perfect Money, Payeer & Advanced Cash
  • Withdraw / Pencairan Profit Instan mendarat dalam hitungan detik
  • Ada program Affiliasi 10% level 1 dan 1% level 2
  • Ada Program Compound / Re-investasi

Contoh ilustrasi penghitungan Profit:

Jika kita investasi $100 x 3% = $3 x 34 hari = $102 jadi modal $100 kita sudah kembali, Komisi 3% ini akan terus mengalir setiap hari tanpa batas waktu selama "Lara With Me" masih eksis, 

gimana anda mau profit 3% setiap hari dan selamanya?, 

Pasti mau jawabannya...!!!

Silahkan Klik Cara Untuk dapat hasilnya haru pertama Download Telegram  di Android anda

setelah itu baru klik cara aktivasi LARA

ikuti panduan aktivasi lara di sini


Panduan Cara Aktivasi Lara With Me [ LWM]




Seperti yang telah saya uraikan di postingan sebelumnya, Untuk berivestasi di Telegram dgn aplikasi LARAWITH.ME harus mempunyai aplikasi TELEGRAM lebih dulu setelah itu maka silahkan masuk ke website LARAWITH.ME

Langkah I :
Silahkan masuk ke website LARAWITH.ME Muncul halaman seperti di bawah ini dan silhkan klik tombol AKTIVASIKAN AKUN LARA. 

Langkah 2
Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini



Langkah 3
Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini


Langkah 4

Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini


Langkah 5

Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini :


Silahkan klik tombol ''START''






Setelah klik tombol star maka terbuka halaman seperti di bawah ini untuk memilih bahasa,dan untuk bahasa indonesia cukup klik tombol BAHASA maka secara otomatis semua keterangan di Lara tersebut menjadi bahasa indonesia.


Setelah klik tombol star maka terbuka halaman seperti di bawah ini untuk memilih bahasa,dan untuk bahasa indonesia cukup klik tombol BAHASA maka secara otomatis semua keterangan di Lara tersebut menjadi bahasa indonesia

jika muncul gambar ini maka selesai sudah proses aktivasinya

Semoga panduan ini dapat membantu anda yg berkeinginan kuat tuk mendapatkan income bersama LARA.

INI SALAH SATU RINCIAN PENDAPATAN DARI LARA SETIAP HARI



--------------------------------------------------------------------------------------- 
Salam Sukses Selalu
Good.....Jobb 

NB :


Cara Mengaktifkan LARA masuk Website klik LARAWITHME 


Cara mendapatkan / mendaftarkan akun klik Perfect Money


Cara mendapatkan / mendaftarkan akun klik Bitcoin


Cara mendapatkan / mendaftarkan  akun klik Triv Money Exchage



Jokowi Care, Sebuah Ide Bermasalah Yang Serampangan Memunculkannya



Calon Presiden Joko Widodo belakangan menawarkan ide Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Duplikasi ide yang selama ini berjalan di DKI Jakarta. Bagaimana implementasi ide KIS dan KIP di lapangan?

Pekan ini, Joko resmi mewacanakan dua program yang selama ini telah berjalan di Jakarta. Program yang berbasis kartu ini tampaknya akan menjadi andalan kampanye Joko. Ia juga mengklaim, program KIS tidak bertentangan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. "Bertentangan bagaimana? Nggak. BPJS lembaganya, sistemnya yang ini (Kartu Indonesia Sehat), yang kita bangun," ujar Joko di Jawa Barat, Kamis (12/6/2014).

Meski tidak terperinci menjelaskan implementasi di lapangan atas ide KIS ini, Joko menegaskan antara BPJS dan KIS harus berjalan beriringan. Ia mengaku, ide KIS ini tidak jauh berbeda dengan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang telah berjalan di Provinsi DKI Jakarta. Hanya saja Joko menekankan KIS akan mengalami perbaikan. "Bisa buat Puskemas, rumah sakit, mau operasi, bisa," kata Joko.

Sedangkan program KIP, Joko menjelaskan, program tersebut merupakan komplementer terhadap program pendidikan gratis 12 tahun yang selama ini sudah berjalan. Sama dengan KJP, dalam pandangan Joko, KIP ini berisi dana yang dapat dimanfaatkan untuk membeli kelengkapan sekolah seperti buku dan sepatu.

Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati ketika diminta pendapat atas ide KIS yang digulirkan Joko mempertanyakan tentang pembiayaan program tersebut. "Itu program yang disupport oleh pemda atau bagaimana?," tanya Okky.

Ia menduga, bisa saja Joko belum membaca UU BPJS. Kemungkinan lainnya, kata Okky, Joko telah membaca UU BPJS dengan membaca rentang waktu sekitar 1,5 tahun hingga 2016 dengan menggenjot Pemda untuk membayar iuran. "Kalau mekanisme lewat pemda, tentu bertentangan dengan UU BPJS," ingat Okky.
Menurut anggota Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta ini ide KIS tentu bertentangan dengan BPJS Kesehatan. Menurut Okky, merujuk UU BPJS, pada 2016 tidak ada lagi jaminan sosial kesehatan yang dibiayai Pemda.

"Nanti 2016 tidak boleh lagi Pemda yang biayai warganya sebagai Peserta Bantuan Iuran (PBI). Karena 2016 sesuai dengan konstitusi, bahwa semua warga negara ditanggung oleh negara," tambah Okky.

Sementara terpisah, salah satu guru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta Ahmad Surendy mengeluhkan mekanisme Kartu Jakarta Pintar (KJP), program andalan Joko yang dalam praktiknya di lapangan cukup berbelit. "Dalam praktiknya banyak salah sasaran. Petunjuk Teknisnya tidak jelas. Alur juga bisa dibelokkan," cetus dia saat dihubungi.

Keluhan tersebut linier dengan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengungkapkan sebesar Rp500 miliar dana KJP tidak tepat sasaran. Pada 2013, ICW mencatat dari total 405.000 penerima KJP, sebanyak 19,4 persen ternyata meleset.

Ide Joko Care menggulirkan KIS maupun KIP dengan merujuk KJP maupun KJS tentu cukup ambisius. Namun bila ditelisik lebih dalam, ide ini justru bertabrakan dengan BPJS Kesehatan yang telah berjalan.

Di samping itu, ide Joko Care ini tentu dipertanyakan, terlebih bila melihat ide serupa yang terjadi di DKI justru bermasalah di lapangan. Jika demikian, apa yang segar dari ide Joko Care ini, selain untuk pencitraan semata?

Kampanye Hitam Kubu Jokowi, JK Dilaporkan Karena Nyatakan Prabowo Sebagai 'Capres Dor'

jusuf kalla kampanye hitam 
Tim advokasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan melaporkan calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ini terkait pernyataan JK yang secara implisit mengaitkan Prabowo Subianto sebagai "Capres dor."

"Pada Kampanye di Lapangan Komplek Adat Mamuju Sulawesi Barat, Kamis 12 Juni 2014, Jusuf Kalla mengajak masyarakat memilih pasangan capres-cawapres nomor urut dua, bukan "capres dor,'" kata ketua tim advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman, di rumah Polonia, Jakarta, Sabtu 14 Juni 2014.

Ia juga mengatakan, pada kampanye itu, JK meminta agar masyarakat jangan memilih Capres yang suka 'dor', karena akan mengenang Mamuju era 60-an, di mana masyarakat menderita karena ada aksi tembak-tembakan.

Bagi tim advokasi, sebutan 'Capres dor' dari JK jelas mengarah kepada Capres nomor urut satu Prabowo Subianto, karena pilpres hanya diikuti dua pasang. "Jika dia menyebut capres lain berarti yang dimaksud ya Prabowo Subianto," katanya.
Dia menilai, pernyataan JK soal 'Capres dor' dapat dikategorikan sebagai fitnah keji yang mengarah pada pembunuhan karakter. Pihaknya menyesalkan pernyataan JK selaku politisi senior yang seharusnya menunjukkan ketauladanan.

"Massa tingkat 'grass root' sangat mudah terprovokasi. Dikhawatirkan bisa terjadi gesekan fisik antarpendukung capres-cawapres jika kaum elit terus mengeluarkan statement panas tanpa terkendali," tegasnya.

Habiburokhman mengatakan, laporan ke Bawaslu berdasatkan UU Pemilihan Presiden. "Tindakan JK diduga melanggar Pasal 41 ayat (1) UU Nomor 42 Tahun 2008 yang berbunyi pelaksana, petugas, peserta kampanye dilarang menghina seseorang atau pasangan calon lain," jelasnya.

Wiranto Diminta Klarifikasi Sebagai Atasan Prabowo! Semakin Dizhalimi, Prabowo Semakin Banyak Pendukungnya

prabowo dan wiranto
Kubu Prabowo-Hatta menunggu klarifikasi dari Jenderal (purn) Wiranto terkait isi surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) tentang pemberhentian Prabowo Subianto dari Tentara Nasional Indonesia. Hal itu dikatakan oleh juru bicara Prabowo-Hatta, Nurul Arifin.

"Kami menunggu klarifikasi dari pak Wiranto. Bikin saja penjelasan kepada masyarakat agar tidak dibuat pusing," kata Nurul di kawasan Kebayoran Baru, Sabtu (14/6/2014).

Politisi Golkar menilai beredarnya surat DKP itu merupakan bentuk kampanye hitam. Ia pun menyayangkan pada saat Prabowo menjadi Cawapres Megawati di 2009 surat DKP tidak muncul dan isu HAM tidak dipersoalkan pada Pemilu yang sama.
"Ini tidak fair, pada 2009 tidak dibuka saat (Prabowo) menjadi Cawapres Megawati. Ini bentuk kampanye hitam," tuturnya.

Meski Prabowo banyak diserang kampanye hitam, Nurul optimis dukungan akan semakin kuat. Menurutnya, rasa simpati dan empati akan semakin mengalir saat Prabowo diserang oleh isu-isu negatif.

"Semakin kita didzolimi, semakin banyak pendukung kita. Kami diuntungkan dari empati dan dukungan masyarakat," ujarnya.

Jika Kubu Jokowi Dukung Tolak Dolly Ditutup, Kubu Prabowo Dukung Dolly Ditutup! Memang Berbeda...

prabowo hatta capres
Ketua Tim Pemenangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta, Mahfud MD mengatakan setuju dengan keputusan Wali kKota Surabaya, Tri Rismaharini yang ingin menutup lokalisasi Dolly dan minuman keras. Apapun alasannya, lokalisasi itu tidak bagus.

"Itu kehinaan. Negara terhina membiarkan hal-hal seperti itu," ujar Mahfud MD kepada wartawan di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Sabtu (14/6).
Mantan ketua MK itu menuturkan, lokalisasi yang dibiarkan di masyarakat itu sangat murahan. "Kan malu kita. Rumah seperti itu diisi anak-anak SMP-SMA. Bukan kelas mencari kehidupan ekonomi," katanya.
Karena itu, ia mendukung penuh agar Dolly dibubarkan dan dicari alternatif lain oleh negara terkait dampak sosial akibat penutupan itu. "Hal-hal yang sudah jelas kayak gitu kok malah dilokalisasi," katanya.

Guntur Romli Antek JIL Dan Pendukung Jokowi, Sebarkan Foto Kampanye Hitam Prabowo Dan Teroris

guntur romli sebar foto fitnah

Kampanye hitam disebarkan oleh akun yang diduga sebagai pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla di media sosial twitter. Kali ini, akun tersebut menyebar foto rekaan Prabowo dan tokoh-tokoh koalisi merah putih yang dipadukan dengan tokoh-tokoh terorisme.
 
Penelusuran RoL, foto tersebut diduga diunggah oleh akun @mertaayu25. Akun tersebut hanya memiliki jumlah followers 33 dan memiliki tweet sebanyak 37 kali. Usai mengunggah foto Prabowo dengan tokoh-tokoh terorisme,  akun tersebut pun mengunggah foto Jokowi sedang berada di Tanah Suci bersama dengan keluarganya.

Foto yang diduga rekaan tersebut memperlihatkan Prabowo bersama calon wakil presiden Hatta Rajasa bersama dengan tokoh-tokoh koalisi merah putih seperti Anis Matta, Aburizal Bakrie, hingga Tiffatul Sembiring. Terdapat juga tokoh Islam garis keras seperti Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan Abubakar Ba'asyir.

Hanya, di bagian atas foto, tampak beberapa tokoh terorisme ada disana. Misalnya, terpidana mati kasus bom Bali Imam Samudera dan Amrozi, hingga pimpinan Alqaidah Osama bin Laden. Hanya, tokoh-tokoh tersebut mengapit mantan presiden Soeharto yang juga merupakan bekas mertua Prabowo.

Foto tersebut pun disebarkan ulang oleh akun-akun pendukung Jokowi-JK seperti @ulinyusron dan @madhebela.

Foto ini juga disebarkan oleh antek-antek JIL yang bernama Mohamad Guntur Romli dalam akun facebook. Ironisnya mereka yang katanya JIL orang terpelajar ternyata hanya sekumpulan orang bodoh yang mencoba menyebarkan virus kebodohan mereka kepada yang lain.

Difoto tersebut dipampang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sedangkan HTI sendiri mengharamkan ikut pemilu demokrasi. Apalagi memilih presiden dengan jalan demokrasi. Ironisnya, malah sebenarnya HTI lebih dekat dengan Jokowi. Inilah kebodohongan antek-antek JIL yang selalu dipelihara.
 Foto-foto pembesar HTI bertemu akrab dengan Jokowi:
pembesar hti bertemu jokowi
pembesar hti bertemu jokowi2
pembesar hti bertemu jokowi3

Wartawan Peliharaan! Cerita Berita Bertarif Rp 10 Juta Untuk Jurnalis Amoral Binaan PDIP

wartawan busuk

Seorang petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat menelepon seorang wartawan peliharaannya. Dia menitip pesan untuk menggarap sebuah berita.
Jika beritanya tayang, imbalan bakal diterima pelacur berita itu tidak tanggung-tanggung. Fulus Rp 10 juta bakal ditransfer. "Ada yang dibayar oleh petinggi PDIP untuk satu berita. Kamu tahu berapa bayarannya? Rp 10 juta," kata seorang wartawan media online meminta identitasnya tidak disebutkan.

Bagi kalangan wartawan, isyarat uang amplop ditentukan sesuai takaran bensin. Untuk duit Rp 10 juta masuk dalam kategori satuan berat, yaitu ton. Sedangkan fulus ratusan ribu termasuk kategori literan. Uang amplop ini disebut Jale.

Sumber di kalangan petinggi Partai Banteng membenarkan partainya membina wartawan dari berbagai media nasional di Jakarta. Ada dua kategori wartawan peliharaan PDIP. Pertama ada grup wartawan di BlackBerry Messanger. Kedua ada wartawan dibina langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai. "Sistemnya habis putus," ujarnya Selasa pekan lalu.

Seorang wartawan di media nasional mengaku jurnalis itu memang dikenal merah. Penyebutan itu bukan lantaran baju dia kenakan, melainkan isi beritanya lebih berwarna merah seperti bendera PDIP. Bahkan reporter dibawa hanya juga dongkol jika dia sudah mengedit berita berisi informasi menyudutkan PDIP. "Dihalusin," ucapnya.
Wartawan lain juga memiliki pengalaman serupa. Dia kerap kesal oleh atasannya.
Tugasnya mengikuti Joko Widodo di kantor Balai Kota Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sudah menjadi keharusan meski dibilang beritanya biasa saja. "Cuma Jokowi boker (buang hajat) saja belum ada beritanya," kata wartawan itu Sabtu pekan kemarin. Dia mengaku sudah bosan mengikuti Jokowi blusukan lantaran dianggap sebagai pencitraan. Namun karena sudah tugas dari kantor dia tidak bisa berbuat banyak.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Eko Maryadi mengatakan sejauh ini belum menemukan wartawan profesional bermain isu di pemilihan presiden. Namun demikian, AJI menemukan media saat ini terpolarisasi ikut mendukung salah satu pasangan calon presiden. "Kita melihat pemilihan presiden ini ada polarisasi," ujarnya kemarin.
Dia menjelaskan polarisasi itu terbentuk lantaran masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan lembaga survei. Menurut Eko, Pemilu 2014 memang berbeda dengan pemilu sebelumnya pada 2004 dan 2009 di mana lembaga survei begitu berjaya. Untuk itu, kata dia, politisi menggunakan pendekatan untuk menguasai media.
"Sayangnya pas menjelang pemilihan presiden, media lebih hitam putih, lebih saling berhadapan. Ini disebabkan karena kandidat cuma dua," ujar Eko. "Sebelumnya media tidak berkubu. Pemilu sebelumnya lebih santai."
Meski begitu, Eko tidak menampik ada wartawan memang terlibat langsung mendukung salah satu pasangan calon lantaran dia memang kader atau dibayar. Pelacur berita itu, kata dia, lebih bermain secara diam-diam dan membawa isu pesanan.
"Kalau itu pasti ada, indikasinya cukup jelas."

Benarkah Kedekatan Abraham Samad Adalah Untuk Selamatkan Jokowi Dari Skandal Korupsi?

jokowi dan abraham samad
Kedekatan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Abraham Samad dengan partai banteng moncong putih itu disebut-sebut yang membuat kinerja KPK tak lagi ampuh pada sejumlah kasus skandal korupsi yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta (non aktif) Joko Widodo (Jokowi).
Setumpuk bukti memperlihatkan bagaimana Samad meramu cantik hubungan romantisnya dengan PDI-P, termasuk dengan para petinggi partai tersebut, sebut saja Jokowi, Tjahyo Kumolo, Puan Maharani, bahkan Megawati Soekarnoputri. Samad juga terbukti menghadiri pertemuan resmi partai yang diselenggarakan PDI-P, bukan cuma sekali, tapi berkali-kali.
KPK sudah seharusnya steril dari hal berbau politik agar tidak mencederai kredibilitas penegakan hukum korupsi. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, KPK justru menjadi pion penting di arena politik praktis dengan meletakkan Samad sebagai Ketua Umum KPK untuk 'nongkrong’ di kubu PDI-P.
Keberadaan Samad jelas sangat berarti bagi di PDI-P. Diantaranya adalah Samad mampu mengamankan Jokowi dari kasus-kasus yang melibat Gubernur DKI Jakarta non aktif itu. Sebut saja kasus bus Transjakarta, Gratifikasi, Monorail, KJS, hingga Waduk Ria Rio. Samad juga disebut-sebut sebagai pahlawan yang sukses mengantarkan Jokowi sebagai Capres dengan nomor urut 2 tanpa sedikitpun ‘tercolek’ skandal korupsi.

Lebih dari sekedar menyelamatkan Jokowi yang diduga terlibat sederet skandal korupsi, kedekatan antara Joko Widodo yang mantan Walkot Solo dan kini tengah menjabat Gubernur DKI dengan Abraham Samad yang duduk sebagai penegak hukum korupsi dapat mencerminkan sebuah asumsi baru di masyarakat, yakni Jokowi akan dinilai publik bersih korupsi, karena logikanya tidak mungkin pemberantas korupsi bisa akrab dengan koruptor. Sungguh sebuah trik cerdas untuk sebuah pencitraan baru bagi Jokowi.
Satu lagi manuver Samad yang cukup cerdik namun sayangnya lebih dulu terbongkar ke ranah publik, yaitu pertemuannya yang dilakukannya secara diam-diam dengan Jokowi di Bandara Adisucipto, Jogjakarta, pada 3 Mei lalu. Namun belum lagi tuntas pertemuannya dengan Jokowi tiba-tiba diketahui oleh media. Samad terkejut, Jokowi apalagi. Tapi bukan Abraham Samad namanya jika tak pandai berkelit. Dengan entengnya ia menyebut bahwa pertemuannya dengan Jokowi terjadi tidak disengaja.
Kemampuan Samad dalam bermanuver patut diacungi jempol. Jika saja ia tidak masuk ranah politik, niscaya publik akan mempercayainya sebagai ‘Dewa Pemberantas Korupsi’. Semua kasus skandal korupsi dibantainya tanpa kenal ampun, tapi tidak untuk Jokowi. Tugas Samad menyelamatkan Jokowi dari sederet skandal korupsi hingga mengantarkan Jokowi ke kursi Capres selesai dengan sukses gemilang.
Sebelumnya, banyak tokoh yang berteriak untuk masalah ini. Ribuan mahasiswa pun telah turun ke jalan mendesak KPK mengusut Jokowi, tapi Samad tak peduli. Samad lebih memilih duduk berdekatan dengan Megawati dari pada membersihkan lembaga dan dirinya dari cipratan busuknya ambisius manusia. KPK bisa saja dijual Samad dengan harga-harga yang telah disepakati. Kredibilitas KPK saat ini tidak lagi sementereng dulu, sebelum dikotori oleh napsu nepotisme seorang Abraham Samad.
“Sebaiknya Ketua KPK Abraham Samad fokus menyelesaikan tugas pemberantasan korupsi di Indonesia. Jika selama ini dia berkomunikasi dan bertemu dengan politisi, jelas dia telah mencederai kredibilitas KPK, dan dengan terang benderang melanggar kode etik KPK,” ujar Dahnil Anzar yang juga penggiat anti korupsi di Serang, beberapa waktu lalu.
Samad dan KPK dalam kamuflasenya motto-nya berkata, "Berani Jujur Hebat". Namun ketika kejujuran itu hanya omong kosong dan ketika amanah itu hanya bualan dan dongeng jelang tidur, maka sampai pada titik ini, tak ada lagi yang dapat diharapkan dari Samad yang kini telah terjerembab dengan ambisinya. Sementara kredibilitas KPK telah tergadai oleh napsu syahwat ambisi, uang, dan kekuasan yang hina.

follow

Popular Posts

Exchanger