Prabowo, Jokowi dan Pergaulan di Dunia Internasional

Let's speak with data & fact..

Presiden sudah jelas harus memiliki wawasan global yang mumpuni, karena ini berbicara pemimpin negara, bukan kepala desa. Klo kepala desa bahasa Inggrisnya rancu dan kacau kyak Vicky Prasetyo, kita gak perlu malu, dia sendiri yg malu. Tapi klo pemimpin negara kita kagak tau bahasa Inggris, gak punya wawasan terhadap dunia Internasional, gak paham pasar bebas, gak tahu cara menghadapi iklim era globalisasi, kalian bisa gak menanggung beban malu itu?

Berbicara dunia Internasional, coba perhatikan kiprah dan pergaulan sosok yang satu ini.


Prabowo Subianto diterima oleh Perdana Menteri Korea Selatan:
Belum jadi presiden sambutannya sudah sangat terhormat, jalan ditengah pula. Mantap dan membanggakan gak?

Prabowo Subianto menjadi pembicara di National Defense University, Beijing, Tiongkok:
Sangat pede berbicara di atas podium universitas Beijing. Bandingkan dengan Capres pilihan anda klo berdiri di podium begini apa gak gemeteran?


Prabowo Subianto menjadi pembicara di National Defense University, Beijing, Tiongkok:
Ini masih di Beijing, kurang tau pak Prabowo dapat penghargaan apaan. Tapi gayanya begitu berwibawa dan sangat membanggakan.

Prabowo Subianto bersama sahabat baiknya, Raja Yordania, Abdullah II:
Seperti yang kita tahu, Prabowo sangat dekat dengan Raja Yordania, bahkan karena kedekatannya Prabowo sudah berjasa membebaskan kurang lebih 300 TKW kita di negeri sana.


Prabowo Subianto menjadi pembicara di NTU, Singapura:
Sekarang ke Singapura, klo gak salah lihat videonya di YouTube. Sambutan dan applausenya meriah banget!


Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Korea Selatan:
Prabowo dengan PM Korsel, Jung Hong-won. Terasa kan aura kepemimpinannya?


Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Kamboja:
Sama PM Kamboja. Karismanya terlihat, mantap salamannya.


Prabowo Subianto menerima 10 duta besar Amerika Selatan di rumahnya:
Prabowo sudah biasa melakukan pertemuan internasional di rumahnya sendiri. Capres lain cuma bisa ikut bu ketum, miris....

Prabowo Subianto menerima kunjungan 10 Duta Besar Eropa di DPP Partai Gerindra:
Nih pak PS sekarang bersama 10 Duta Besar Eropa di DPP Gerindra. Coba bandingkan dengan Capres laen bisa gak ngimbangin pertemuan-pertamuan internasional begini?

Prabowo Subianto bersama sahabat baiknya, Raja Yordania, Abdullah II
Prabowo duduk bersama para pemimpin dunia udah gak bisa bedain lagi beliau ini udah presiden atau masih proses.
"Inilah Prabowo Subianto, sosok calon pemimpin yang paling pantas untuk memimpin Indonesia, calon pemimpin yang berwawasan global. Sudah saatnya memilih pemimpin yang mampu menjadikan Indonesia sebagai macan asia dan disegani dunia."
(Jono Nugroho)
 
Bagaimana dengan Jokowi? 

 
Perhatikan baik2 tampangnya, miris banget. Capres kok ngono?
 
Ini Capres ? Kok begini ya karisma dan wibawanya begitu kosong.















































YA TUHAN, mau dibawa kemana harga diri bangsa ini klo punya pemimpin macam begini?



Ayolah teman-teman, pikirkan harga diri bangsa! Tanggalkan fanatik buta, tanggalkan fanatik ideologi, mari sama2 berjuang untuk kedaulatan dan martabat bangsa di dunia Internasional dengan memilih pemimpin yang porsi kapasitasnya mumpuni!  
Salam Kemajuan Indonesia Raya!

Prestasi Seorang Prabowo Subianto (Silahkan Bandingkan Dengan Jokowi)

Mungkin sudah keseringan anda membaca komentar anti Prabowo (yang biasanya pro Jokowi) berkata: "Prestasi Prabowo itu apa sih? Lihat Jokowi nanganin waduk rio-rio, pasar tanah abang, dll, lha prabowo apa?"

Pertanyaan seperti itu wajar saja terlontar, karena sebagai seorang rakyat yang memiliki hak suara untuk menentukan sosok pemimpin negara nanti, hal utama yang mesti diketahui adalah kualitas kepemimpinan setiap sosok Capres sehingga tidak salah dalam menjatuhkan pilihan, dan salah satu faktornya adalah melihat dari segi prestasi, benar gak gan?

Tapi hal yang perlu diingat, prestasi pemimpin yang dapat dianggap memiliki kriteria ideal untuk menjadi seorang presiden, tidak sama dengan prestasi pemimpin yang belum matang secara kapasitas kepemimpinan negara pada skala nasional, dengan kata lain prestasinya masih sebatas untuk wilayah atau daerah atau provinsi tertentu. Berbeda dengan sosok pemimpin dengan kriteria ideal bagi saya (menurut ane Capres itu ada kriteria ideal dan ada kriteria resmi), jiwa kepemimpinannya setidaknya sudah pernah dirasakan mayoritas masyarakat Indonesia lintas wilayah dan provinsi. Prestasi sosok tersebut dapat membuat kita berbangga hati, karena secara tidak langsung kualitas kepemimpinannya kita rasakan ditempat lain. Ini harus diingat oke!

Berbicara prestasi seorang Prabowo Subianto, saya rasa tidak perlu lah menyebutkan prestasi beliau dibidang militer yang selalu juara setiap pelatihan sebagai militer aktif dan sempurna, apalagi sekedar menyebutkan piagam atau piala penghargaan, please dah tidak penting rasanya untuk kemajuan dan kemakmuran kita sebagai rakyat Indonesia.

Sekarang prestasi beliau dalam konteks kebangsaan:
1. Prabowo Membebaskan Dermaga Strategis di PT. Kiani dari Tangan Asing (Amerika - Singapore)
Prabowo menunjukkan nasionalisme dan prinsip kedaulatannya yang luar biasa dengan membebaskan bandara dan dermaga strategis di PT. Kiani dari cengkeraman JP Morgan Amerika atau Singapore dengan membeli PT. Kiani sebelum pihak luar memilikinya. Prabowo berjuang dengan semua kekuatan finansialnya tahun 2004. Prinsip Prabowo, daripada bandara tersebut dijadikan base dan pangkalan rahasia oleh Amerika dan bisa jadi membahayakan juga untuk keamanan dan privasi negara, lebih baik dia yang membelinya. Belum diberi kewenangan saja sudah berprestasi lewat kemampuan negosiasi ekonomi dan insting militernya.
Gimana nanti beliau sudah diberi mandat dan wewenang sebagai Presiden RI?





2. Prabowo Memimpin Pengibaran Merah-Putih di Puncak Everest
Prabowo penah memimpin pendakian tim Indonesia ke puncak gunung Everest, Ia tidak mau kita dikalahkan Malaysia dimana waktu itu Malaysia juga telah siap dengan Timnya untuk melakukan pendakian ke puncak tertinggi dunia itu. Beliau berhasil mengibarkan Merah Putih di puncak tertinggi dunia tersebut bersama dengan timnya yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI.





3. Prabowo Bersumbangsih Tingkatkan Prestasi Olahraga
Prabowo memiliki sumbangsih tingkatkan prestasi olahraga Indonesia. Khususnya pencak silat dan berkuda. Dalam masa kepemimpinannya timnas pencak silat kita tidak pernah kalah di turnamen internasional. Tahun 2014 ini, Prabowo juga berhasil jadikan tim polo berkuda kita terbaik di Asia. Kalahkan Cina, India, dan Korsel.

Demikian menurut pak Bondan Haryo Winarno, pengamat dan pecinta kuliner yang sering tampil di TV. Beliau pernah pemimpin redaksi di 3 media nasional, serta diakui sebagai wartawan investigatif andal mengaku sudah meneliti rekam jejak Prabowo dan partai berlambang kepala burung Garuda itu.




4. Prabowo, Program Taruna Nusantara, dan Pendidikan Anak Negeri
Prabowo pernah mempunyai program Taruna Nusantara, ia mengirimkan anak-anak Indonesia yang memiliki potensi untuk belajar ke luar negeri seperti Jepang, Amerika, Australia, dll. Sebagian dari mereka bahkan ditawari untuk menjadi warga negara Amerika, namun mereka menolak. “Saya bangga karena mereka tidak menerima tawaran itu’ ujar Prabowo. Selain itu Prabowo juga kerap memberi tunjangan pendidikan untuk anak-anak di sekitar rumahnya di Hambalang. Saat ini ada sekitar 40 anak di tingkat SMP dan SMA yang disekolahkan oleh Prabowo.


SUMBER: http://www.tempo.co/read/news/2013/1...ni-Luar-Negeri

5. Prabowo Berkomitmen Menyelamatkan 300 TKI
Prabowo telah berkomitmen menyelamatkan kurang lebih 300 TKW bermasalah, utamanya di Yordania berkat kedekatan beliau dengan Raja Yordania, Abdullah II. Jauh sebelum momentum pemilu, Prabowo telah bolak-balik demi memperjuangkan nasib TKI kita di negeri jiran. Perjuangan Prabowo dalam membebaskan Wilfrida adalah contoh terkini.



SUMBER: http://www.republika.co.id/berita/na...matkan-300-tkw
SUMBER: http://www.tempo.co/read/news/2013/0...ndang-Malaysia
SUMBER: http://www.beritasatu.com/nasional/1...uman-mati.html

6. Prabowo Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
Prabowo terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI periode 2004-2009 dan periode berikutnya 2010-2015.



HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktivitas, profesi, dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan. HKTI didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama.

HKTI bertujuan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya, melalui pemberdayaan rukun tani komoditas usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian serta menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

HKTI memiliki fungsi sebagai:
1. Wadah penghimpun segenap potensi insan tani Indonesia dan atau “Rukun Tani” jenis komoditas usaha tani.
2. Alat penggerak pengarah perjuangan insan tani Indonesia.
3. Sarana penampung dan penyalur aspirasi amanat penderitaan rakyat tani penduduk pedesaan.
4. Wahana menuju terwujudnya cita-cita nasional, Indonesia raya.
5. Arena pemberdayaan dan pendidikan insan tani, masyarakat pertanian dan pedesaan

SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Himpuna...Tani_Indonesia




SITUS: http://hkti.org/

7. Prabowo Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)
APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) adalah organisasi independen yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan pedagang pasar Indonesia. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 DPW tingkat provinsi dan 199 DPD tingkat kabupaten.

Selaku Ketua Umum APPSI, Prabowo kerap menyuarakan agar Pemerintah membatasi hipermarket dengan mengatur jaraknya agar tidak merugikan pedagang kecil. "Selama ini pedagang pasar tradisional selalu dianaktirikan sehingga ketika pasar modern didirikan para pemilik modal pedagang pasar harus rela dibubarkan karena ada pembongkaran" cetus Prabowo[55].

Program Jangka Panjang APSSI

1. Penciptaan suasana kondusif bagi pembinaan dan pengembangan wawasan kebangsaan, mental ideologis, sikap dan perilaku yang dijiwai oleh Iman dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta sikap kepeloporan yang dijiwai oleh semangat disiplin dan kemandirian.
2. Pemantapan wawasan kepedulian dan komitmen terhadap pemecahan permasalahan kemasyarakatan dan pembangunan ekonomi nasional.
3. Pemantapan aspek komunikasi dan hubungan kerjasama yang baik antar stakeholders yang terkait dengan pedagang pasar guna mencarikan solusi permasalahan – permasalahan yang dihadapi pedagang pasar.
4. Peningkatan dan pemantapan kualitas sumber daya manusia pedagang pasar.
5. Peningkatan dan pemantapan hubungan kerjasama antar pasar lokal, regional, nasional dan juga kerjasama luar negeri agar terciptanya kerjasama produktif dalam segala hal khususnya bidang ekonomi.
6. Ada keterwakilan kader – kader APPSI dalam lembaga – lembaga publik yang strategis seperti DPRD, DPR, dan DPD, serta lembaga – lembaga lainnya.
7. Turut serta memberikan sumbang saran dalam rangka menciptakan iklim yang kondusif bagi revitalisasi pasar tradisional, serta menjadikan program revitalisasi pasar tradisional sebagai peluang investasi yang menarik (jika 13.450 pasar diseluruh Indonesia membutuhkan Investasi masing-masing 5 milyar saja maka terdapat peluang investasi sebesar 67 triliun).

SITUS: http://www.pedagangpasar.com/





SUMBER: http://politik.news.viva.co.id/news/...pedagang_pasar

8. Prabowo Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.

Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum PB IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan.





SUMBER: http://silatindonesia.com/2011/11/se...-pencak-silat/



9. Prabowo, Gerindra, dan Tunas Indonesia Raya 

 Tunas Indonesia Raya, disingkat TIDAR, adalah salah satu organisasi sayap Partai Gerindra yang ditujukan untuk anak muda (Berusia 17-35 tahun). Tujuan berdirinya organisasi pemuda TIDAR adalah untuk menyerap, menampung dan menyalurkan aspirasi anak-anak muda di Indonesia, agar dapat memberikan kontribusi kepada nusa dan bangsa dengan cara yang diinginkan sesuai dengan aspirasi pemuda, bahasa yang dimengerti di antara anak muda, dan dengan gaya dan serta cara yang disukai anak muda.

Sebagai sayap partai, TIDAR mendukung kegiatan dan program yang dijalankan oleh partai induk. Pemilu 2009 mengawali kegiatan yang dilakukan TIDAR, terutama dalam mendukung pemilu legislatif dan pemilu presiden. Saat ini, TIDAR banyak melakukan kegiatan sosial, budaya dan kewirausahaan yang melibatkan anak muda. Misalkan:

1. Acara bersepeda santai bertajuk "TIDAR Gowes"
2. Acara pertandingan olahraga bertajuk "TIDAR Expo", Piala Garuda, dan Tidar Shuffle.
3. Inisiatif bantuan untuk sekolah-sekolah bertajuk "Sekolah untuk Semua"
4. Acara lomba mewarnai gambar

Saat ini TIDAR telah memiliki perwakilan di 25 propinsi di Indonesia.

SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Tunas_Indonesia_Raya




SITUS: http://tidar.or.id/

10. Prabowo, Gerindra, dan Revolusi Putih

Gerakan Revolusi Putih merupakan pemikiran Prabowo Subianto dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat. Salah satu caranya menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap harinya.

Dengan gerakan ini diharapkan anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi penerus yang kuat dan cerdas dalam mengemban amanat-amanat kebangsaan pada masa-masa berikutnya.

“Kita jangan melihat hasilnya sekarang. Tunggu 10 sampai 15 tahun mendatang, jika gerakan ini simultan, yakinlah generasi kita akan menjadi generasi yang mumpuni. Hal itu juga sudah dilakukan India dan China,” tegas Prabowo Subianto.

Kini gerakan Revolusi Putih dilakukan banyak pihak. Karena sadar atau tidak, faktanya untuk kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia berada di posisi terbawah dalam hal konsumsi susu. - (mbi/GerindraLampung)
Gerakan Revolusi Putih merupakan pemikiran Prabowo Subianto dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat. Salah satu caranya menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap harinya.

Dengan gerakan ini diharapkan anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi penerus yang kuat dan cerdas dalam mengemban amanat-amanat kebangsaan pada masa-masa berikutnya.

“Kita jangan melihat hasilnya sekarang. Tunggu 10 sampai 15 tahun mendatang, jika gerakan ini simultan, yakinlah generasi kita akan menjadi generasi yang mumpuni. Hal itu juga sudah dilakukan India dan China,” tegas Prabowo Subianto.

Kini gerakan Revolusi Putih dilakukan banyak pihak. Karena sadar atau tidak, faktanya untuk kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia berada di posisi terbawah dalam hal konsumsi susu. - (mbi/GerindraLampung)







SUMBER: http://news.detik.com/read/2009/01/2...revolusi-putih


11. Prabowo, Gerindra, dan Ambulans Gratis
Prabowo melalui Gerindra menyediakan jasa Mobil Ambulans dan Mobil Jenasah gratis yang sudah hadir di: Aceh | Sumatera Utara | Sumatera Selatan | DKI Jakarta | Banten | Jawa Barat | Jawa Tengah | Jawa Timur | DI Yogyakarta | Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur | Kalimantan Barat | Kalimantan Timur | GORONTALO | Sulawesi Utara | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Maluku | Papua .





Selengkapnya:
https://www.facebook.com/PrabowoSubi...56792394368475
http://partaigerindra.or.id/ambulance-gerindra
http://www.siwalimanews.com/post/par...bulance_gratis  Mungkin cukup itu saja dulu yang bisa SAYA tampilkan mengenai prestasi dari seorang Capres ideal dari partai Gerindra ini, sebenarnya masih banyak, apalagi klo mau dirincikan prestasi beliau selama karir militer yang banyak membebaskan sandera dan melindungi kedaulatan negara di masa krisis keamanan,Tanyakanlah pada diri anda, apakah anda tidak bangga dengan apa yang telah beliau lakukan untuk Indonesia? Tanpa media, tanpa pencitraan, namun bergerak membangun bangsa melalui visi yang kuat dan profesional jauh hari sebelum momentum pemilu.

Akhir kata, jangan sampai anda salah memilih pemimpin. Pemimpin dengan prestasi skala daerah, anda yang diluar Jawa dapat merasakan apa? Apakah anda merasa bangga dengan prestasinya yang tidak anda rasakan? Padahal pemimpin itu sendiri sudah banyak ditinggalkan oleh orang-orang dikandangnya?

Pemimpin dengan prestasi skala nasional, dari cabang olah raga, pertanian, perdagangan, sumber daya manusia, sampai penyediaan ambulans gratis yang siap sedia tinggal calling hampir disemua daerah, apa yang menghalangi anda untuk bangga dan mengapresiasi kinerja beliau?

INGAT.........!!!Sebuah prestasi dengan tingkat pencitraan yang ramai membuktikan prestasi tersebut sebenarnya kecil dan kerdil sehingga butuh pendongkrakan, dan demikianlah faktanya terlalu kerdil prestasi Jokowi untuk dibandingkan dengan prestasi Prabowo Subianto.   MARI SELAMATKAN DAN MAJUKAN INDONESIA MELALUI TANGAN ORANG YANG TEPAT! 
 
 

Tersinggung, Golkar Pilih Berkoalisi dengan PDI Perjuangan

Capres PDIP Joko Widodo (kanan) memberikan keterangan pers disaksikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri) seusai pertemuan di Pasar Gembrong, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan siap berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mengusung calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Agung mengaku, keputusan itu diambil setelah membatalkan rencana untuk membangun koalisi dengan Partai Gerindra.

"Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) sangat tersinggung atas pernyataan Pak Hasjim," kata Agung di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/5).

Agung yang juga menjabat sebagai Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II mengaku, rasa ketersinggungan ARB akhirnya berbuntut pada pembatalan rencana berkoalisi dengan Partai Gerindra.

"Pak ARB merasa terganggu karena ditanya macam-macam. Soal dana kampanye lah, berapa dana yang disiapkan, dan segala macam. Kita kan ingin membangun kemitraan, jangan begitu cara bertanya," jelas dia.

Menurut Agung, sebenarnya tidak mudah bagi Golkar memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan PDI Perjuangan. Selain diperlukan kesamaan pendapat di internal partai, juga kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita bersama.

"Memang ada perbedaan di internal. Tapi, kita harus bersatu untuk cita-cita yang besar ini," katanya.

Sumber : berita satu

Romo Benny Susetyo Bantah Plagiat Jokowi

Romo Beny Susetyo akhirnya membantah ada kesamaan dalam tulisan artikelnya yang disebut-sebut plagiat artikel Jokowi. Sebelumnya dua artikel tersebut ramai dibicarakan karena dimuat di dua media koran nasional Kompas dan Sindo dengan judul yang sama yakni "Revolusi Mental" yang diterbitkan pada edisi Sabtu (10/5/2014).

Pendiri Setara Institute itu menulis artikelnya di koran Sindo, sementara Calon Presiden Jokowi menulis artikelnya di koran Kompas. Keduanya menulis dengan Judul yang sama yaitu 'Revolusi Mental'.

Namun hal ini dibantah oleh Romo Beny Susetyo yang menyatakan ada upaya yang mengkait-kaitkan dengan Teori konspirasi.

"Jangan dikait-kaitkan, jelas subtansi berbeda dalam tulisan saya cenderung sisi pendidikan sementara Jokowi sisi politik," ujar Beny Susetyo pada wartawan usai diskusi Gerakan Dikrit Rakyat Indonesia dengan tema Mencegah Platform Tipu-tipu Capres" kata dia di Warung Dapur Selera Jl Supomo No 45 Tebet Jakarta Selatan, Minggu, (11/5/2014).

Lebih lanjut Romo Beny Susetyo menjelaskan. Menurutnya, tulisan Revolusi Mental yang ia tulisnya sudah dikirim tiga minggu sebelum diterbitkan. "Tulisan saya sudah dikirim tiga minggu sebelumnya, tidak tahu  kok baru keluar Sabtu kemarin dan berbarengan dengan tulisan Jokowi di Kompas," tegas Romo Beny.

Beny juga menekankan bahwa penulisan dengan judul revolusi mental di Sindo merupakan ide gagasan dari Romo Mangun.

sumber : Voaislam

Plagiarisme Jokowi, siapa nyontek siapa ?


Tulisan Capres PDIP Joko Widodo berjudul Revolusi Mental yang dimuat di halaman opini Kompas (Hal. 6), Sabtu (10/5/2014), ternyata berujung polemik. Bukan pada materi tulisannya, namun justru pada sisi orisinalitasnya.

Hal ini terungkap dalam postingan di dinding Facebook wartawati senior Nanik S Deyang hari ini.

Nanik mengaku terhenyak lantaran kawannya yang juga Gubernur DKI Jakarta itu sedemikian cepat belajar menulis. 'Jokowi ini yang saya kenal beberapa waktu lalu rasanya saya kok dulu belum pernah lihat dia ngetik di laptop atau kompiuter apalagi sampai begitu panjangnya.

Dulu kalau kita rapat program yang mau diomongkan untuk membenahi Jakarta saja dia paling bawa buku kecil terus mencoret-coret pakai tulisan tangan,' tulis Nanik.

Nanik menegaskan dirinya belum pernah lihat Jokowi menulis di laptop atau komputer. 'Selain waktunya tidak ada, rasanya dia bukan orang yang pandai menyusun kalimat. Tapi entahlah, mungkin setelah sy tdk bertemu 8 bulan ini, pak Gubernur yg sekarang Capres ini bisa jadi sudah lihai menulis.

Tapi sudahlah soal menulis kan bisa saja dituliskan oleh orang di sekitarnya termasuk Anggit, kawan karibnya yg jadi think tank-nya selama ini. Seperti dulu kalau menjawab pertanyaan wartawan secara tertulis,' bebernya lagi.
 
Nanik pun lebih kaget lagi ketika dirinya membaca koran Sindo di halaman opini juga (hal. 10). Di situ dia melihat tulisan opini dengan judul yang sama dengan yang ditulis Jokowi di Kompas, yaitu 'Revolusi Mental'. Hanya saja tulisan opini yang di Koran Sindo ditulis oleh Sekretaris Komisi HAK KWI Romo Benny Susetyo.

Menurut Nanik, memang kedua tulisan ini tidak sama persis, tapi esensinya sebetulnya sama.
"Saya iseng telepon kawan yang masih ada di seputar Jokowi dan dapat kabar ternyata Romo Benny Susetyo itu Tim Sukses Jokowi.Lantas saya berfikir jadi siapa sebenarnya yang mempunyai konsep visi -misi 'Revolusi Mental' ini?????"

sumber : voaislam

JOKOWI PLAGIAT.. Belum jadi Presiden sudah Tidak Jujur?

Jokowi yang di capreskan oleh Mega dan PDIP itu, sudah menampakkan ‘aslinya’, bahwa dia itu tokoh ‘abal-abal’, dan hanya menjadi boneka ‘Asing dan A Seng’, dan sebagai ‘think-thank’nya kalangan Katolik, seperti Romo Benny, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Wali Gereja Indonesia (KWI).

Jokowi hanyalah ‘boneka’ yang dipaksakan, dan rakyat Indonesia dipaksa menerima calon presiden yang ‘abal-abal’ itu.

‘Topeng’ Jokowi yang masih misteri itu, seperti tentang ‘nasab’nya yang sekarang ramai di media sosial, dan terus menjadi kontroversi. Siapa sejatinya sang tokoh ‘Jokowi’ itu?

Sekarang, secara tiba-tiba rakyat Indonesia begitu sangat terperangah dengan konsep ‘REVOLUSI MENTAL’ yang dipasarkan kepada rakyat. Semuanya itu, gara-gara ide ‘Revolusi Mental’, yang dipublikasikan oleh media katolik Kompas, Sabtu, 10/5/2014.

Di mana dalam harian Kompas, Sabtu (10/5), yang lalu dua tulisan berjudul sama ‘Revolusi Mental’ terpampang di dua media cetak. Tentu, hanya karena mereka sudah kebelet alias 'ngebet' ingin segera Jokowi dilantik menjadi presiden.

Betapa, kalangan Katolik sangat berkepentingan dengan Jokowi, itu terbukti saat pertemuan di rumah konglomerat Cina, Jacob Soetojo, selain duta besar Amerika, Inggris, juga hadir duta besar Vatikan!

Selanjunya, dalam tulisan pertama atas nama Jokowi dan dimuat di halaman opini Kompas, sementara tulisan lainnya beratasnamakan Romo Benny, sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), dimuat koran Sindo pada rubrik yang sama.

Barangkali tidak ada masalah, seandainya kedua tulisan itu memaparkan soal yang secara esensi berbeda. Tetapi, isi tuliasan antara Jokowi dan Romo Benny itu, memiliki kesamaan, secara esensi. Seperti dituturkan oleh seorang wartawan, Nanik S Deyang. Menurut dia, kedua tulisan itu sama.

“Saat membaca opini di koran Sindo yang ditulis Romo Benny, saya kembali kaget, karena bertajuk dan beresensi sama, kendati ada perbedaan dalam struktur kalimat”, kata Nanik.

Lebih lanjut, menurut kalangan wartawan , bahwa Romo Benny Susetyo adalah anggota Tim Sukses Jokowi. “Saya iseng telepon kawan yang masih ada di seputar Jokowi, dan dapat kabar, ternyata Romo Benny Susetyo itu Tim Sukses Jokowi”, tambah Nanik di laman facebook nya.

Menjelang pemilihan presiden Juli mendatang, tokoh yang ‘misterius’ ini, nampaknya ingin menjadi tokoh Indonesia yang sempurna di depan rakyat dan bangsa Indonesia. Kemudian, Jokowi itu, mengeluarkan ide yang sudah ‘usang’ tentang ‘Revolusi Mental’. Ini yang dipasarkan oleh Jokowi.

Tetapi, tokoh yang dititah oleh Mega menjadi calon presiden itu, hanya bisa membuat ‘kosa kata’ yaitu ‘Revolusi Mental’. Sebaliknya, Jokowi tidak mengerti dan faham apa yang diucapkannya. Maka, substansi ‘Revolusi Mental’ Jokowi dijabarkan oleh Romo Benny. Seakan-akan Jokowi itu, tokoh yang sangat ‘HEBAT’ memiliki ide akan melakukan revolusi mental bangsa Indonesia.

Hanya karena semua itu ‘topeng’ Jokowi menjadi terbuka. Dia tidak sehebat seperti yang digembar-gemborkan oleh para ‘buzzer’nya. Dan, siapa yang menjadi plagiat, Jokowi atau Romo Benny? Kalau yang menjadi plagiat tulisan itu, Jokowi, sungguh sangat tidak layak menjadi pemimpin. Karena sudah nampak sifat atau karakternya yang tidak jujur. Bagaimana kalau menjadi presiden dan pemimpin Indonesia?

Anggito Abimanyu pejabat Kementerian Agama, menulis artikel di Kompas, kemudian terbukti dia melakukan plagiat, langsung dia mengundurkan diri dari UGM. Karena, sudah menyangkut hal yang mendasar yaitu, integritas.

Bagaimana integritas atau kejujuran Jokowi yang sudah kebelet ingin menjadi presiden? Dia tinggalkan rakyat DKI Jakarta yang sudah memilihnya, dan mengejar jabatan baru sebagai presiden. Jujurkah Jokowi? Wallahu'alam
Sumber : voaislam

Jokowi & Romo Benny, Siapa Plagiat 'Revolusi Mental' di Kompas & Sindo

Lelucon demi lelucon terus diperagakan Jokowi, tak hanya gaya berpakaian yang terkesan merakyat tapi hatinya diselimuti kepentingan asing dan 'aseng'.

Seperti ramai diberitakan media-media, artikel opini berjudul sama 'Revolusi mental' ramai dibicarakan karena dimuat di dua media koran nasional yakni Kompas dan Sindo dengan judul yang sama yakni “Revolusi Mental” yang diterbitkan pada edisi Sabtu (10/5).

Bahkan di kaskus di komentari 'revolusi mental' ala Jokowi ini ketinggian,"

Ngajari rakyat dengan konsep "Revolusi Mental" ... itu ketinggian, bapak! Kasus ini saja, kalau ternyata merupakan sebuah plagiat, itu saja sudah menunjukkan bahwa pelakunya bermental maling, mengambil atau meng-'copy paste' idea orang lain, lalui diakui sebagai miliknya atau ideanya, tentu dengan merubah sedikit disana-sini biar kagak kelihatan betul seni tepu-menipunya!"

Benny sendiri menulis artikelnya di koran Sindo. Sementara, Jokowi menulis artikelnya di koran Kompas. Keduanya, menulis dengan judul yang sama yaitu “Revolusi Mental”.

Menurut pastor dan aktivis pendiri Setara Institute ini menjelaskan, bahwa artikel “Revolusi Mental” yang ditulisnya sudah dikirim tiga minggu sebelum diterbitkan.

“Tulisan saya sudah dikirim tiga minggu sebelumnya. Tidak tahu,  kok baru keluar Sabtu kemarin, dan berbarengan dengan tulisan Jokowi di Kompas,” tegasnya.

Beny juga menekankan, bahwa penulisan dengan judul “Revolusi Mental” di Sindo merupakan ide gagasan dari Romo Mangun.

“Coba di cek lagi.  Ide saya itu dengan tulisan Jokowi, kan berbeda,” ungkap Beny sembari tergesa-gesa pergi.

sumber : voaislam

Hasil Akhir Rekapitulasi Perolehan Kursi DPR RI Parpol Peserta Pemilu (Update Terbaru)


Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menuntaskan rekapitulasi akhir penghitungan suara secara nasional pemilu legislatif 9 April 2014 lalu. Dalam penghitungan PDI Perjuangan menempati posisi pertama dengan perolehan suara 23.681.471 suara atau 18,95 persen.

Menyusul di bawah PDI Perjuangan ada Partai Golongan Karya (Golkar) di posisi kedua dengan perolehan 18.432.312 suara atau 14,75 persen.

Dan posisi ketiga ditempati oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan perolehan 14.760.371 suara atau 11,81 persen.

Berikut peringkat partai politik berdasarkan raihan suara Pileg 2014:
1. PDI Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen)
2. P Golkar 18.432.312 (14,75 persen)
3. Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)
4. Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
5. PKB 11.298.957 (9,04 persen)
6. PAN 9.481.621 (7,59 persen)
7. PKS 8.480.204 (6,79 persen)
8. Nasdem 8.402.812 (6,72 persen)
9. PPP 8.157.488 (6,53 persen)
10. P Hanura 6.579.098 (5,26 persen)

Partai politik yang tidak memenuhi ambang batas suara ke DPR RI (parliamentary threshold):
11. PBB 1.825.750 (1,46 persen)
12. PKPI 1.430.894 (0,91 persen)

Atas hasil penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut berikut prediksi perolehan kursi calon legislatif untuk tiap partai politik per daerah pemilihan:

1. Partai NasDem 
Aceh 1 (1 kursi) Aceh 2(1 kursi): Sumut 1 (1 kursi), Sumut 2 (1 kursi), Sumut 3 (1 kursi): Sumbar 1 (1 kursi), Sumbar 1 (1kursi): Sumsel 2 (1 kursi): Bengkulu ( 1 kursi): Lampung 2 (1 kursi): Kepulauan Riau (1 kursi): Jakarta 3( 1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 1 (1 kursi): Jateng 2 (1 kursi): Jateng 3 (1 kursi): Jateng 6 (1 kursi): Jateng 7 (1 kursi): Jatim 1 (1 kursi): Jatim 4 (1 kursi): Jatim 5 (1 kursi): Jatim 6 (1 kursi). Jatim 7 (1 kursi): Jatim 8 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): NTB (1 kursi): NTT1 (1 kursi): NTT 2 (1 kursi): Kalbar (1 kursi): Kalteng (1 kursi): Kaltim (1 kursi): Sulteng (1 kursi): Sulsel 2 (1 kursi): Sulsel 3 (1 kursi): Papua ( 1 kursi): 
TOTAL: 35 KURSI

2. PKB 
Aceh 1 (1 kursi): Sumut 2 (1 kursi): Riau 2 (1 kursi): Jambi( 1 kursi): Sumsel 2 (1 kursi): Lampung 1 (1 kursi): Lampung 2 (1 kursi): Jabar 2 (1 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 7 (1 kursi): Jabar 8 (1 kursi): Jabar 9 (1 kursi): Jabar 10 (1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 1 (1 kursi): Jateng 2 (1 kursi): Jateng 3 (1 kursi): Jateng 6 (1 kursi): Jateng 7 ( 1 kursi): Jateng 8 (1 kursi): Jateng 9( 1 kursi): Jateng 10 (2 kursi): Yogya (1 kursi): Jatim 1 (2 kursi): Jatim 2 (1 kursi): Jatim 3 (2 kursi): Jatim 4 (2 kursi): Jatim 5 (1 kursi): Jatim 6 ( 1 kursi): Jatim 7 (1 kursi): Jatim 8 (2 kursi): Jatim 9 (1 kursi): Jatim 10 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 3 (1 kursi): NTB( 1 kursi): Kalbar (1 kursi): Maluku (1 kursi): Papua (1 kursi): Kalsel 1 (1 kursi): Kalsel 2 ( 1 kursi):  
TOTAL: 47 KURSI

3. PKS 
Aceh 1 (1 kursi): Sumut 1 (1 kursi): Sumut 2 (1 kursi): Sumut 3 (1 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Sumbar 2 (1 kursi): Riau 1 (1 kursi): Sumsel 1 (1 kursi): Sumsel 2 ( 1 kursi): Lampung 1( 1 kursi): Lampung 2( 1 kursi): Jakarta 1( 1 kursi): Jakarta 2 (1 kursi): Jakarta 3 (1 kursi): Jabar 1 (1 kursi): Jabar 2 (1 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 4 (1 kursi): Jabar 5 (1 kursi): Jabar 6 ( 1 kursi): Jabar 7 (1 kursi): Jabar 8 (1 kursi): Jabar 9 (1 kursi): Jabar 10 (1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 3 ( 1 kursi): Jateng 4 (1 kursi): Jateng 5 ( 1 kursi): Jateng 9( 1 kursi): Yogya (1 kursi): Jatim 1 ( 1 kursi): Jatim 7 (1 kursi): Banten 2 (1 kursi): Banten 3 (1 kursi): NTB( 1 kursi): Kaltim (1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi): Sulsel 2 ( 1 kursi): Papua ( 1 kursi): Kalsel 1 ( 1 kursi):  
TOTAL: 40 KURSI.

3. PDIP 
Aceh 2 ( 1 kursi): Sumut 1 (2 kursi) Sumut 2 (1 kursi): Sumut 3 (1 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Sumbar 2 (1 kursi): Riau 1 (1 kursi): Riau 2 (1 kursi): Jambi (1 kursi): Sumsel 1 (1 kursi): Sumsel 2 (2 kursi): Bengkulu (1 kursi): Lampung 1( 2 kursi): Lampung 2 (2 kursi): Bangka Belitung (1 kursi): Kepulauan Riau (1 kursi): Jakarta 1 (1 kursi): Jakarta 2 (2 kursi): Jakarta 3 (3 kursi): Jabar 1 (2 kursi): Jabar 2 (2 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 4 (1 kursi): Jabar 5 (2 kursi): Jabar 6 (2 kursi): Jabar 7 (2 kursi): Jabar 8 (2 kursi): Jabar 9 (2 kursi): Jabar 10( 1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 1 (2 kursi): Jateng 2 (1 kursi): Jateng 3 (2 kursi): Jateng 4 (2 kursi): Jateng 5 (3 kursi): Jateng 6 (2 kursi): Jateng 7 (1 kursi): Jateng 8 (2 kursi): Jateng 9 (2 kursi): Jateng 10 (1 kursi): Yogya( 2 kursi): Jatim 1 (3 kursi): Jatim 2 (1 kursi): Jatim 3 (1 kursi): Jatim 4 (1 kursi): Jatim 5 (2 kursi): Jatim 6 (3 kursi): Jatim 7( 1 kursi): Jatim 8 (2 kursi): Jatim 9 (1 kursi): Jatim 10 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): Banten 2(1 kursi): Banten 3 (2 kursi): Bali( 4 kursi): NTB(1 kursi): NTT 1 (1 kursi): NTT 2 (1 kursi): Kalbar (3 kursi): Kalteng (2 kursi): Kaltim (1 kursi): Sulut (2 kursi): Sulteng (1 kursi): Sulsel 1 ( 1 kursi): Sulsel 2 (1 kursi): Maluku ( 1 kursi): Malut( 1 kursi): Papua (2 kursi): Papua Barat (1 kursi): Kalsel 2 (1 kursi):  
TOTAL: 109 KURSI.

5. Partai Golkar:
Aceh 1 (1 kursi): Aceh 2 (1 kursi): Sumut 1 (1 kursi): Sumut 2 (1 kursi): Sumut 3 (2 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Sumbar 2 (1 kursi): Riau 1( 1 kursi): Riau 2 (1 kursi): Jambi (1 kursi): Sumsel 1 (2 kursi): Sumsel 2 (1 kursi): Lampung 1 (1 kursi): Lampung 2 (1 kursi): Babel (1 kursi): Jakarta 1 (1 kursi): Jakarta 2 (1 kursi): Jakarta 3 (1 kursi): Jabar 1 (1 kursi): Jabar 2 (2 kursi): Jabar 3 (2 kursi): Jabar 4(1 kursi): Jabar 5 (2 kursi): Jabar 6 (1 kursi): Jabar 7 (2 kursi): Jabar 8 (2 kursi): Jabar 9( 1 kursi): Jabar 10 (1 kursi): Jabar 11 (2 kursi): Jateng 1 (1 kursi): Jateng 2 (2 kursi): Jateng 3 (1 kursi): Jateng 4 (1 kursi): Jateng 5 (1 kursi): Jateng 6 (1 kursi): Jateng 7 (1 kursi): Jateng 8 (1 kursi): Jateng 9 ( 1 kursi): Jateng 10 (1 kursi): Yogya (1 kursi): Jatim 1 (1 kursi): Jatim 2 (1 kursi): Jatim 3 (1 kursi): Jatim 4 (1 kursi): Jatim 5 (1 kursi): Jatim 6 (1 kursi): Jatim 7 (1 kursi): Jatim 8 (1 kursi): Jatim 9 (1 kursi): Jatim 10 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): Banten 2 (1 kursi): Banten 3 (1 kursi): Bali (2 kursi): NTB (1 kursi): NTT1 (1 kursi): NTT 2 (2 kursi): Kalbar (1 kursi): Kalteng (1 kursi): kaltim (2 kursi): Sulut (1 kursi): Sulteng (1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi): Sulsel 2 (2 kursi): Sulsel 3 (2 kursi): Gorontalo (2 kursi): Sulbar (1 kursi): Maluku (1 kursi): Malut(1 kursi): Papua (1 kursi): Papua Barat (1 kursi): Sultra (1 kursi): Kalsel 1 (2 kursi): Kalsel 2 (1 kursi):
TOTAL: 91 KURSI.

6. Partai Gerindra 
Aceh 1 (1 kursi): Aceh 2 (1 kursi): Sumut 1 (1 kursi): Sumut 2 (2 kursi):  Sumut 3 (1 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Sumbar 2 (1 kursi): Riau 1( 1 kursi): Riau 2 (1 kursi): Jambi (1 kursi): Sumsel 1 (1 kursi): Sumsel 2 (1 kursi): Bengkulu (1 kursi): Lampung 1 (1 kursi): Lampung 2 (1 kursi): Jakarta 1 (1 kursi): Jakarta 2 (1 kursi): Jakarta 3 (1 kursi): Jabar 1 (1 kursi): Jabar 2 (1 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 4(1 kursi): Jabar 5 (1 kursi): Jabar 6 (1 kursi): Jabar 7 (1 kursi): Jabar 8 (1 kursi): Jabar 9( 1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 1 (1 kursi): Jateng 2 (1 kursi): Jateng 3 (1 kursi): Jateng 4 (1 kursi): Jateng 5 (1 kursi): Jateng 6 (1 kursi): Jateng 7 (1 kursi): Jateng 8 (1 kursi): Jateng 9 ( 1 kursi): Jateng 10 (1 kursi): Yogya (1 kursi): Jatim 1 (1 kursi): Jatim 2 (1 kursi): Jatim 3 (1 kursi): Jatim 4 (1 kursi): Jatim 5 (1 kursi): Jatim 6 (1 kursi): Jatim 7 (1 kursi): Jatim 8 (1 kursi): Jatim 9 (1 kursi): Jatim 10 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): Banten 2 (1 kursi): Banten 3 (1 kursi): Bali (1 kursi): NTB (1 kursi): NTT1 (1 kursi): NTT 2 (1 kursi): Kalbar (1 kursi): Kalteng (1 kursi): kaltim (1 kursi): Sulut (1 kursi): Sulteng (1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi): Sulsel 2 (1 kursi): Sulsel 3 (1 kursi): Gorontalo (1 kursi): Sulbar (1 kursi): Maluku (1 kursi): Papua (1 kursi): Sultra (1 kursi): Kalsel 1 (1 kursi): Kalsel 2 (1 kursi): 
TOTAL: 73 KURSI.

7. Partai Demokrat
 Aceh 1 (1 kursi): Aceh 2 (1 kursi): Sumut 1 (1 kursi): Sumut 2 (2 kursi):  Sumut 3 (1 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Sumbar 2 (1 kursi): Riau 1( 1 kursi): Riau 2 (1 kursi): Jambi (1 kursi): Sumsel 1 (1 kursi): Sumsel 2 (1 kursi): Lampung 1 (1 kursi): Lampung 2 (1 kursi): Bangka Belitung (1 kursi): Jakarta 1 (1 kursi): Jakarta 2 (1 kursi): Jabar 1 (1 kursi): Jabar 2 (1 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 5 (1 kursi): Jabar 7 (1 kursi): Jabar 8 (1 kursi): Jabar 9( 1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 1 (1 kursi): Jateng 3 (1 kursi): Jateng 4 (1 kursi): Jateng 8 (1 kursi): Yogya (1 kursi): Jatim 1 (1 kursi): Jatim 2 (1 kursi): Jatim 3 (1 kursi): Jatim 4 (1 kursi): Jatim 5 (1 kursi): Jatim 6 (1 kursi): Jatim 7 (2 kursi): Jatim 8 (1 kursi): Jatim 9 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): Banten 3 (1 kursi): Bali (2 kursi): NTB (1 kursi): NTT1 (1 kursi): NTT 2 (1 kursi): Kalbar (1 kursi): kaltim (1 kursi): Sulut (1 kursi): Sulteng (1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi): Sulsel 2 (1 kursi): Sulsel 3 (1 kursi): Sulbar (1 kursi): Papua (2 kursi): Papua Barat (1 kursi): Sultra (1 kursi):  
TOTAL: 61 KURSI.

8. PAN 
Aceh 1 (1 kursi): Sumut 1 (1 kursi): Sumut 2 (1 kursi): Sumut 3 (2 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Riau 1( 1 kursi): Jambi (1 kursi): Sumsel 1 (2 kursi): Sumsel 2 (1 kursi): Lampung 1 (1 kursi): Lampung 2 (1 kursi): Kepulauan Riau (1 kursi): Jabar 2 (1 kursi): Jabar 4(1 kursi): Jabar 5 (1 kursi): Jabar 6 (1 kursi): Jabar 7 (1 kursi): Jabar 10 (1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 1 (1 kursi): Jateng 4 (1 kursi): Jateng 5 (1 kursi): Jateng 6 (1 kursi): Jateng 7 (1 kursi): Jateng 8 (1 kursi): Jateng 9 ( 1 kursi): Jateng 10 (1 kursi): Yogya (1 kursi): Jatim 1 (1 kursi): Jatim 4 (1 kursi): Jatim 5 (1 kursi): Jatim 6 (1 kursi): Jatim 8 (1 kursi): Jatim 9 (1 kursi): Jatim 10 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): Banten 2 (1 kursi): NTB (1 kursi): NTT1 (1 kursi): Kalbar (1 kursi): Kalteng (1 kursi): Sulut( 1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi): Sulsel 2 (1 kursi): Sulsel 3 (1 kursi): Malut (1 kursi): Papua (1 kursi): Sultra (1 kursi)
TOTAL: 49 KURSI.

9. PPP 
Aceh 2 (1 kursi): Sumut 1 (1 kursi): Sumut 3 (1 kursi): Sumbar 1 (1 kursi): Sumbar 2 (1 kursi): Jambi( 1 kursi): Jakarta 1 (1 kursi): Jakarta 2 (1 kursi): Jakarta 3 (1 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 4(1 kursi): Jabar 5 (1 kursi): Jabar 7 (1 kursi): Jabar 9( 1 kursi): Jabar 10 (1 kursi): Jabar 11 (1 kursi): Jateng 2 (1 kursi): Jateng 3 (1 kursi): Jateng 6 (1 kursi): Jateng 7 (1 kursi): Jateng 8 (1 kursi): Jateng 9 ( 1 kursi): Jateng 10 (1 kursi): Jatim 2 ( 1 kursi): Jatim 3 (1 kursi): Jatim 10 (1 kursi): Jatim 11 (1 kursi): Banten 1 (1 kursi): Banten 2 (1 kursi): Banten 3 (1 kursi): NTB (1 kursi): Kalbar (1 kursi): Kaltim (1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi): Sulsel 2 ( 1 kursi): Sulsel 3 (1 kursi): Sultra (1 kursi): Kalsel 1 (1 kursi): Kalsel 2 (1 kursi)
TOTAL: 39 KURSI

10. HANURA 
Sumut 1 (1 kursi): Sumut 2 (1 kursi): Sumut 3 (1 kursi): Sumsel 1 (1 kursi): Lampung 1 (1 kursi): Jabar 1 (1 kursi): Jabar 2 (1 kursi): Jabar 3 (1 kursi): Jabar 8 (1 kursi): Jatim 8 (1 kursi): Jatim 11 ( 1 kursi); Banten 3 (1 kursi): NTB( 1 kursi): NTT 2 ( 1 kursi): Sulteng (1 kursi): Sulsel 1 (1 kursi)
TOTAL: 16 KURSI.

Keluarga Pahlawan Reformasi Dukung Prabowo Jadi Presiden

 
JAKARTA - Keluarga pahlawan reformasi Elang Mulia Lesmana mendukung Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto menjadi Presiden RI. Hal itu diungkapkan oleh adik Elang, RM Awangga dan Ibunya Hira Teti.
 
"Kami mendukung Prabowo karena yakin dengan kemampuan dan ketegasan beliau akan mampu membawa Indonesia lebih sejahtera. Saya juga yakin harapan penyelesaian 12 Mei bisa terselesaikan, jika beliau (Prabowo) jadi presiden," kata Hira, Senin (12/5/2014).

Hira menuturkan, Prabowo merupakan sosok yang diperlukan oleh bangsa Indonesia saat ini. Menurutnya, Prabowo juga memiliki pengetahuan luas dan juga hubungan internasional yang tak perlu diragukan.

Sementara, Awangga mengatakan mendukung Prabowo karena mantan Danjend Kopassus itu memiliki program yang jelas untuk ditawarkan kepda masyarakat. Menurutnya, karakter Prabowo juga sangat kuat untuk menjadi seorang pemimpin.

"Karakter beliau kuat dan berani mandiri," kata Awangga.

Seperti diketahui, Capres Prabowo Subianto juga sudah bertemu dengan Keluarga Korban Pahlawan Reformasi, mahasiswa Trisakti korban penembakan 12 Mei 2014, pada Sabtu (10/5) di Jakarta.

Keluarga korban antara lain, Hira Teti yakni ibunda Elang Mulia Lesmana, RM Awangga adik Elang, Lasmiyati ibunda Heri Hertanto, dan Karsiah ibunda Hendriawan Sie.

Sumber : tribunnews

Buktikan Tidak Terlibat Peristiwa Mei 1998, Prabowo Disumpah dengan Alquran

JAKARTA - Untuk memastikan dan membuktikan diri tidak terlibat penembakan mahasiwa Universitas Trisakti 1998 silam, Prabowo Subianto yang kala itu menjabat Danjen Kopassus mendatangi rumah korban yang tertembak.

Untuk membuktikan dirinya tidak terlibat, Prabowo bahkan sampai melakukan sumpah Alquran.

"Saat peristiwa itu pak Prabowo datang ke keluarga korban pada 15 mei 1998 dan bersumpah Al Quran sedikitpun tidak ada keterlibatan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon saat memberikan keterangan pers Deklarasi Forum Alumni dan Mahasiswa Trisakti untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI, di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Penulis buku 'Politik Huru Hara Mei 1998' itu juga menambahkan bahwa berdasarkan perkenalan dan perkawanannya dengan Prabowo, dia tidak menemukan keterlibatan Prabowo.

Fadli melanjutkan hubungan pribadi Prabowo dengan Trisakti pun berlangsung dengan cukup baik.
Menurut Fadli, peristiwa yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti tersebut harus terus diperingati sebagai peristiwa penting yang mengisi sejarah modern Indonesia.

"Empat orang itu sudah menjadi martir yang menyebabkan kita beralih sehingga kita dapatkan era reformasi," tukas alumnus Universitas Indonesia itu.

sumber : Tribunnews.com

Hashim: Demi Tuhan, Prabowo Tidak Terlibat Kerusuhan 1998


Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, bersaksi demi Tuhan adiknya itu tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998.
 
"Saya bisa katakan ke adik-adik (alumni dan mahasiswa Universitas Trisakti) saya lebih dari 100 persen, saya yakin demi Allah, demi Tuhan Yesus Kristus, karena saya Kristen, saya yakin Prabowo bukan dalang peristiwa 1998," ujar Hashim, dalam Deklarasi Forum Alumni dan Mahasiswa Trisakti untuk Mendukung Bapak H. Prabowo Subianto sebagai Presiden RI, di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Hashim melanjutkan, pada waktu kejadian tersebut dia bertemu dengan Prabowo di rumah kediaman Prabowo di Menteng. Saat itu, kata dia, Prabowo juga menyampaikan keheranannya mengapa bisa ada korban jiwa.

"Ini menggambarkan kepada adik-adik terutama keluarga besar Trisakti, Prabowo waktu itu pas setengah 7 tidak ada seperti seorang yang ikut waspada, siaga, memimpin operasi, apalagi jadi dalang operasi," lanjut pemilik perusahaan Arsari Group itu.

Atas kejadian tersebut, Prabowo pun telah berulang kali mengatakan tidak terlibat kepada orang tua, keluarga dan teman-teman Prabowo.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan keluarganya merasa sakit hati manakala Prabowo tetap dituduh melakukan ataupun aktor kerusuhan Mei 1998.

"Maka kalau sejak kali ada tuduhan fitnah dan sebagainya bahwa Pak Prabowo terlibat kami sakit hati karena kami yakin spenuhnya itu adalah fitnah yang luar biasa jahat," kata dia.

Dari cerita Hashim, saat itu Prabowo menduga korban tewas karena tertembak senjata polisi. Menurutnya, saat itu ada perintah bahwa polisi memakai peluru karet. Namun jika ditembak dalam jarak 10-20 meter, tubuh manusia bisa ditembus.

"Dia bilang kalau jarak dekat peluru karet juga bisa tembus ke tubuh manusia. Jangan-jangan itu yang terkadi. Mungkin karena polisi dekat dengan perusuh atau siapa dia tidak katakan mahasiswa mungkin itu yang terjadi," kata putra Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo itu.

Peristiwa Mei 1998 meninggalkan luka dalam bagi Indonesia khususnya Universitas Trisakti. Empat mahasiswa tewas tertembak saat kejadian tersebut.

sumber : Tribunnews.com

Mayjen (Purn) Kivlan Zen memastikan dirinya mengetahui nasib 13 orang aktivis yang hingga kini masih hilang

— Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen (Purnawirawan) Kivlan Zen memastikan dirinya siap diperiksa Komnas HAM dan Kejaksaan Agung terkait nasib dari 13 orang aktivis yang hingga kini masih hilang sejak 1997.

Kasus penculikan aktivis 1997/1998 kembali mencuat setelah Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen (Purn) Kivlan Zen memastikan dirinya mengetahui nasib 13 orang aktivis yang hingga kini masih hilang.

Kivlan Zen di Jakarta, Rabu (7/5), mengatakan ada pasukan lain selain Tim Mawar Kopassus, yang menangkap kembali 13 orang aktivis yang sebelumnya telah dibebaskan bersama dengan sembilan aktivis lainnya.

"Ya benar (mereka sempat ditahan di markas Kopassus, Cijantung).. tapi setelah itu dilepas. Tapi setelah di tengah jalan diambil lagi, kita tidak tahu. Itu yang menangkap boleh jadi double agent. Boleh jadi lawan dari pak Harto, lawan dari Prabowo," jelas Kivlan Zen.

Kivlan mengatakan berdasarkan laporan intelijen yang ia terima, ada kelompok yang yang sengaja menjebak Prabowo dengan menangkap kembali ke 13 orang aktivis yang hingga kini belum kembali.

"Pada waktu kejadian itu, Panglima ABRI adalah pak Feisal Tanjung. Yang kemudian dilanjutkan oleh pak Wiranto,"  lanjut Kivlan Zen.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pasukan 'siluman' selain Tim Mawar, Kivlan Zen mengatakan hal ini perlu diselidiki lebih lanjut. "Di mana-mana, setiap ada operasi pasti ada kontra intelijen. Karena pada waktu itu ada yang senang dengan Pak Harto, ada yang tidak senang. Grup yang tidak senang dengan Pak Harto, saya tahu siapa itu. Bisa orang sipil, bisa juga dari tentara," jelasnya.

Namun demikian, Kivlan memastikan para aktivis yang di tangkap itu bukan sebuah operasi penculikan, melainkan pengamanan atas pelaksanaan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Kivlan menyebut para aktivis ini adalah pelaku pengeboman di Tanah Tinggi Jakarta dan Bekasi pada 1997.

"Yang ada adalah rencana pengamanan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Pada tahun 1997, ada kejadian pengeboman di Tanah Tinggi. Lalu juga di Bekasi. Nah yang ditangkap itu adalah para aktivis ini. Jadi dengan demikian itu ditangkap bukan diculik," jelas Kivlan Zen.

Ditambahkan Kivlan, hal ini bukan merupakan kebijakan negara. " (Hal ini) merupakan perintah negara untuk mengamankan, nah pelaksananya adalah prajurit yang di lapangan," tambahnya.

Kivlan membantah baru kali ini dirinya bersuara soal 13 orang aktivis korban penculikan yang belum kembali. Kivlan memastikan siap memberikan keterangan di Komnas HAM dan Kejaksaan Agung.

"Saya siap (memberikan keterangan). Yang berhak melakukan itu adalah Negara. Kalau negara perintahkan Komnas HAM atau Kejaksaan untuk periksa saya, nanti saya bawa orangnya. Ini intelijen saya. Yang tau detail soal itu. (Orangnya) masih hidup," jelasnya.

Kivlan juga memastikan dirinya sudah pernah menyampaikan kepada Komnas HAM agar mengundang dirinya untuk bersaksi soal ini. Namun menurutnya, hingga hari ini, Komnas HAM belum memeriksa dirinya terkait kasus penculikan aktivis.

Dinis (19 tahun), putri dari Yadin Muhidin, salah seorang dari aktivis yang diculik pada 1997/1998, mengaku selama 16 tahun terus berjuang mencari tahu nasib ayahnya yang hingga kini belum kembali.

"Selama ini saya hidup dengan penuh tanda tanya. 16 tahun saya hidup tanpa seorang ayah. Saya tidak tahu keberadaan ayah saya. Bagaimana perasaan Prabowo? Apa dia layak jadi seorang Presiden? Yang jelas-jelas dia seorang penculik. Penculik 23 orang, sembilan kembali dan 13 masih hilang. Satu ditemukan meninggal di hutan. Terus ayah saya di mana? Sudah dikubur atau dibuang di laut?  Dia itu manusia yang layak hidup. Ayah saya kembali dengan apa? Haruskah dengan tulang-belulang yang sudah saya tidak bisa lihat lagi?," kata Dinis.

Kasus penculikan dialami puluhan aktivis pro-demokrasi sekitar tahun 1997/1998. Satu orang ditemukan tewas, sembilan orang dibebaskan setelah disiksa, dan 13 orang lainnya hingga kini masih hilang.

Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang dibentuk Tentara Nasional Indonesia pada 1999 untuk menyelidiki kasus itu, berakhir dengan pemecatan Prabowo Subianto dari kesatuan TNI. Prabowo dalam laporan DKP dipastikan mengetahui persis operasi penculikan yang dilakukan oleh anggota Kopassus yang tergabung dalam Tim Mawar.

Sejumlah aktivis HAM yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Melawan Lupa beberapa waktu lalu, meminta Komnas HAM maupun Kejaksaan Agung memeriksa Kivlan Zen dan Prabowo Subianto selaku Danjen Kopassus dan atasan Tim Mawar terkait pengakuan Kivlan. 

sumber : VOA Indonesia

FENOMENA MERS ATTACK.......!!!



Virus MERS yang mewabah di Timur Tengah dilaporkan telah membunuh lebih dari 100 pasien sejak kasus ini muncul di tahun 2012. Virus ini telah menginfeksi orang di Jordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Emirat Arab, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Inggris, Tunisia, Malaysia, dan Filipina. 


Indonesia termasuk negara yang paling rentan terjangkit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS). Penyakit yang pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012 ini sejauh ini sudah menginfeksi 495 orang di 12 negara dan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

MERS memang rentan menyebar di Indonesia mengingat sekitar 5.000 orang Indonesia pergi umrah ke Arab Saudi setiap hari. Jumlah itu diperkirakan naik signifikan pada musim libur sekolah dan Ramadhan.

MERS (Middle East respiratory syndrome) disebabkan oleh virus yang disebut korona virus, yang masih satu kelompok dengan virus SARS.

Gejala penyakit ini mirip dengan flu, yakni demam, batuk, dan sesak napas. Namun, virus ini akan menyerang hebat jika menginfeksi saluran pernapasan.

Meski penularan virus korona terjadi antarmanusia, menurut Health Protection Agency, penularannya sangat terbatas. Jika penularannya mudah, tentu jumlah kasusnya akan lebih besar lagi.

"Jika si A terinfeksi, ia bisa menularkan MERS kepada si B, tetapi si B tidak bisa dengan mudah menularkannya ke orang lain, misalnya ke C. Ini disebut juga dengan penularan tertiary," kata Dr Michael Osterholm dari Pusat Penelitian Penyakit Menular Universitas Minnesota.

Penularan bisa terjadi pada orang-orang yang berada dalam kontak dekat. Misalnya saja dari pasien ke petugas kesehatan. Inkubasi penyakit ini berlangsung kira-kira 7 hari.

Walaupun demikian, petugas kesehatan yang menangani pasien MERS harus mendapatkan perlindungan yang maksimal. Pasien harus berada di ruang isolasi dan seluruh petugas kesehatan wajib menggunakan pakaian khusus.

Menurut WHO, virus korona termasuk rapuh karena ia hanya bisa bertahan di luar tubuh selama 24 jam. Virus ini juga gampang dibunuh dengan sabun antibakteri.

Oleh karena itu, selalu cuci tangan dengan sabun saat berada di ruang terbuka dan gunakan masker untuk menghindari percikan ludah.

 

Apakah VIRUS MERS ini merupakan hasil Rekayasa Biologi?
ataukah merupakan konspirasi Yahudi terhadap Umat Islam?

Karena saat ini sudah mulai ada upaya pencegahan untuk menunaikan Ibadah Umrah.


Menurut anda bagaimana?






FINAL COPA DEL REY 2014: Madrid Juara, Hancurkan Mimpi Barcelona 2-1


Final yang digelar di Stadion Mestalla, Valencia, berhasil menundukkan Barcelona 2-1, Rabu (16/4/2014) atau Kamis (17/4/2014) dini hari WIB.
Pertandingan yang berlangsung cepat, emosional, dan sarat aroma dendam itu, juga berlangsung dalam tempo tinggi. Terlebih hingga babak pertama, Real Madrid  sudah unggul 1-0 melalui  gelandang asal Argentina Di Maria pada menit ke-11.  Pertandingan disiarkan oleh RCTI.
Kedudukan 1-0 itu membuat Barcelona menggencarkan tekanan pada babak kedua. Terlebih setelah Marc Bartra  mampu membawa Barcelona menyamakan kedudukan. Dengan posisi 1-1, Barcelona semakin gencar menekan. Iniesta, Xavi, Neymar, Messi, Sergio tidak mau kehilangan bola. Mereka terus memainkan tiki taka. Bahkan berulang-ulang, Neymar mengancam gawang Iker Casilas di babak kedua.
Namun, keasyikan menyerang itu membuat Barcelona agak lalai pada pertahanan. Satu umpan terobosan Isco kepada Bale mengubah segalanya. Bale yang berlari hampir tiga perempat lapangan --dari sisi kanan tepi lapangan daerah pertahanan Barcelona-- dan saling mendahului dengan Marc Bartra di sektor kanan pertahanan Barcelona akhirnya menuntaskan tugasnya. Bola yang berada di kakinya disontekan melintasi celah di antara dua kaki kiper Barcelona, Pinto, 2-1 untuk Madrid.
Pada menit ke-89, Barcelona nyaris membuyarkan kemenangan Madrid. Bola umpan terobosan Xavi di antara empat pemain belakang Madrid berhasil jatuh di kaki Neymar. Setelah dua langkah, Neymar menyontekan bola ke arah gawang Madrid yang gagal dihadang Casilas. Namun, bola itu menghantam tiang kiri gawang Casilas. Bola berbalik ke arah Casilas yang sudah out position.



Barcelona: José Manuel Pinto D 15 Marc Bartra D 18 Jordi Alba D 22 Dani Alves M 4 Cesc Fábregas M 6 Xavi M 8 Andrés Iniesta M 10 Lionel Messi M 14 Javier Mascherano M 16 Sergio Busquets F 11 Neymar.

Real Madrid : Iker Casillas D 3 Pepe D 4 Sergio Ramos D 5 Fábio Coentrão D 15 Daniel Carvajal M 11 Gareth Bale M 14 Xabi Alonso M 19 Luka Modric M 22 Ángel Di María M 23 Isco F 9 Karim Benzema

Hasil Timnas Indonesia U19 4 vs 1 UAE U19, Tur Timur Tengah 14.04.2014


Hasil pertandingan Timnas U19 vs UEA menghasilkan skor 4-1 dalam lanjutan uji coba Tur Timur Tengah 2014. Hasil Timnas Indonesia U19 vs Uni Emirat Arab ini berkat gol pembuka Ilham Udin Armayn di menit ke 42.
Menit 47, UAE berhasil menyamakan kedudukan. Skor sementara 1-1. Menit 67, Evan Dimas berhasil mengkonversi assist Maldini Pali dan membuat Indone
sia U19 unggul 2-1.
Septian David Maulana yang masuk menggantikan Ilham Udin ikut menyumbangkan gol pada menit ke 77. Skor 3-1.
Dimas Drajad menyempurnakan kemenangan Timnas U19 atas Uni Emirat Arab di menit ke 91. Skor akhir 4-1 

Pertandingan Timnas Indonesia U19 vs UEA dalam lanjutan Tur Timur Tengah, yang digelar pada Senin 14 April 2014. 
Skuad Garuda Jaya meraih hasil sekali menang dan sekali kalah, kala bertamu ke Oman sebagai negara pertama yang disinggahi di Tur Timur Tengah. Dari dua laga tersebut, Indra Sjafri menaruh perhatian pada skema serangan dan umpan silang yang diklam jadi titik lemah anak asuhnya.
“Pertandingan di Oman tentu kita jadikan bahan evaluasi, termasuk bola-bola crossing. Selain antisipasi bola crossing, kita juga berupaya untuk meminimalisir peluang bola crossing” ungkap Indra Sjafri, di Dubai (Minggu, 13/4/14).
Satu hal lagi yang masuk dalam catatan pelatih asal Padang itu adalah persoalan psikis para pemainnya yang sulit beradaptasi dengan cepat dengan atmosfir pertandingan.
“Idealnya begitu peluit panjang ditiup semua pemain sudah perform, tidak butuh waktu adaptasi lagi. Apalagi sampai menunggu babak kedua, itu catatan kami” tambah Indra Sjafri.
Saat ini Evan Dimas cs sudah berada di Dubai ibu kota Uni Emirat Arab. Rencannya Timnas U-19 akan melakoni laga uji coba menghadapi timnas UEA U-19 sebanyak dua kali, serta menghadapi klub Al-Shabab.
Dalam laga menghadapi Timnas UEA, Indra Sjafri sepertinya tidak melakukan banyak perubahan pada susunan pemain inti. Hal tersebut dilakukan guna memantapkan strategi & formasi, mengingat proses seleksi sudah berjalan cukup lama.

Liat Cuplikan Goal nya


follow

Popular Posts

Exchanger