Hashim: Demi Tuhan, Prabowo Tidak Terlibat Kerusuhan 1998
Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, bersaksi demi Tuhan adiknya itu tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998.
"Saya bisa katakan ke adik-adik (alumni dan mahasiswa Universitas
Trisakti) saya lebih dari 100 persen, saya yakin demi Allah, demi Tuhan
Yesus Kristus, karena saya Kristen, saya yakin Prabowo bukan dalang
peristiwa 1998," ujar Hashim, dalam Deklarasi Forum Alumni dan Mahasiswa
Trisakti untuk Mendukung Bapak H. Prabowo Subianto sebagai Presiden RI,
di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).
Hashim melanjutkan, pada waktu kejadian tersebut dia bertemu dengan
Prabowo di rumah kediaman Prabowo di Menteng. Saat itu, kata dia,
Prabowo juga menyampaikan keheranannya mengapa bisa ada korban jiwa.
"Ini menggambarkan kepada adik-adik terutama keluarga besar Trisakti,
Prabowo waktu itu pas setengah 7 tidak ada seperti seorang yang ikut
waspada, siaga, memimpin operasi, apalagi jadi dalang operasi," lanjut
pemilik perusahaan Arsari Group itu.
Atas kejadian tersebut, Prabowo pun telah berulang kali mengatakan
tidak terlibat kepada orang tua, keluarga dan teman-teman Prabowo.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan keluarganya
merasa sakit hati manakala Prabowo tetap dituduh melakukan ataupun aktor
kerusuhan Mei 1998.
"Maka kalau sejak kali ada tuduhan fitnah dan sebagainya bahwa Pak
Prabowo terlibat kami sakit hati karena kami yakin spenuhnya itu adalah
fitnah yang luar biasa jahat," kata dia.
Dari cerita Hashim, saat itu Prabowo menduga korban tewas karena
tertembak senjata polisi. Menurutnya, saat itu ada perintah bahwa polisi
memakai peluru karet. Namun jika ditembak dalam jarak 10-20 meter,
tubuh manusia bisa ditembus.
"Dia bilang kalau jarak dekat peluru karet juga bisa tembus ke tubuh
manusia. Jangan-jangan itu yang terkadi. Mungkin karena polisi dekat
dengan perusuh atau siapa dia tidak katakan mahasiswa mungkin itu yang
terjadi," kata putra Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo itu.
Peristiwa Mei 1998 meninggalkan luka dalam bagi Indonesia khususnya
Universitas Trisakti. Empat mahasiswa tewas tertembak saat kejadian
tersebut.
sumber : Tribunnews.com


