Jokowi & Romo Benny, Siapa Plagiat 'Revolusi Mental' di Kompas & Sindo
Lelucon demi lelucon terus diperagakan Jokowi, tak hanya gaya berpakaian yang terkesan merakyat tapi hatinya diselimuti kepentingan asing dan 'aseng'.
Seperti ramai diberitakan media-media, artikel opini berjudul sama 'Revolusi mental' ramai dibicarakan karena dimuat di dua media koran nasional yakni Kompas dan Sindo dengan judul yang sama yakni “Revolusi Mental” yang diterbitkan pada edisi Sabtu (10/5).
Bahkan di kaskus di komentari 'revolusi mental' ala Jokowi ini ketinggian,"
Seperti ramai diberitakan media-media, artikel opini berjudul sama 'Revolusi mental' ramai dibicarakan karena dimuat di dua media koran nasional yakni Kompas dan Sindo dengan judul yang sama yakni “Revolusi Mental” yang diterbitkan pada edisi Sabtu (10/5).
Bahkan di kaskus di komentari 'revolusi mental' ala Jokowi ini ketinggian,"
Ngajari rakyat dengan konsep "Revolusi Mental" ... itu ketinggian, bapak! Kasus ini saja, kalau ternyata merupakan sebuah plagiat, itu saja sudah menunjukkan bahwa pelakunya bermental maling, mengambil atau meng-'copy paste' idea orang lain, lalui diakui sebagai miliknya atau ideanya, tentu dengan merubah sedikit disana-sini biar kagak kelihatan betul seni tepu-menipunya!"
Benny sendiri menulis artikelnya di koran Sindo. Sementara, Jokowi menulis artikelnya di koran Kompas. Keduanya, menulis dengan judul yang sama yaitu “Revolusi Mental”.
Menurut pastor dan aktivis pendiri Setara Institute ini menjelaskan, bahwa artikel “Revolusi Mental” yang ditulisnya sudah dikirim tiga minggu sebelum diterbitkan.
“Tulisan saya sudah dikirim tiga minggu sebelumnya. Tidak tahu, kok baru keluar Sabtu kemarin, dan berbarengan dengan tulisan Jokowi di Kompas,” tegasnya.
Beny juga menekankan, bahwa penulisan dengan judul “Revolusi Mental” di Sindo merupakan ide gagasan dari Romo Mangun.
“Coba di cek lagi. Ide saya itu dengan tulisan Jokowi, kan berbeda,” ungkap Beny sembari tergesa-gesa pergi.
Menurut pastor dan aktivis pendiri Setara Institute ini menjelaskan, bahwa artikel “Revolusi Mental” yang ditulisnya sudah dikirim tiga minggu sebelum diterbitkan.
“Tulisan saya sudah dikirim tiga minggu sebelumnya. Tidak tahu, kok baru keluar Sabtu kemarin, dan berbarengan dengan tulisan Jokowi di Kompas,” tegasnya.
Beny juga menekankan, bahwa penulisan dengan judul “Revolusi Mental” di Sindo merupakan ide gagasan dari Romo Mangun.
“Coba di cek lagi. Ide saya itu dengan tulisan Jokowi, kan berbeda,” ungkap Beny sembari tergesa-gesa pergi.
sumber : voaislam


