Prabowo dan Jokowi, Penilaian Kriteria Capres Melalui Kecakapannya Berkomunikasi
Let's speak with data & fact..
Salah satu kriteria penting dalam memilih Presiden adalah: Pilihlah pemimpin yang fasih berbahasa Internasional dan memiliki pergaulan luas dalam dunia internasional, why?
FAKTA:
Prabowo Subianto mampu bicara enam bahasa: Bahasa Indonesia, Jawa, Belanda, Jerman, Perancis dan Inggris, sama seperti Proklamator Soekarno:

http://www.youtube.com/watch?v=kiUDI-jTqEQ
Salah satu kriteria penting dalam memilih Presiden adalah: Pilihlah pemimpin yang fasih berbahasa Internasional dan memiliki pergaulan luas dalam dunia internasional, why?
- Salah satu kekuatan
penting dalam memajukan negara yaitu dengan memadukan kerja sama
internasional yang dapat menguntungkan kedua belah pihak melalui
hubungan diplomasi yang cakap, dan hal ini hanya dapat terjalin dengan baik jika pemimpin kita ahli berkomunikasi.
- Dalam pertemuan pemimpin negara apalagi yang berlangsung satu meja,
acapkali terjadi pembicaraan yang sangat privasi dan rahasia bagi
negara. Jangan sampai hal tersebut dibocorkan dan dibahayakan dengan
adanya "penguping" dibelakang presiden yang disebut penerjemah bahasa.
- Berbicara presiden, maka berbicara perihal negara secara nasional dan internasional. Bahkan mungkin internasionalnya lebih dominan. Keahlian berbahasa asing yang mumpuni bagi seorang pemimpin sudah jelas sangat dibutuhkan untuk mempererat hubungan luar negeri dan menghindari tindakan pembodohan oleh mitra luar.
FAKTA:
Prabowo Subianto mampu bicara enam bahasa: Bahasa Indonesia, Jawa, Belanda, Jerman, Perancis dan Inggris, sama seperti Proklamator Soekarno:
http://www.youtube.com/watch?v=kiUDI-jTqEQ
Jokowi Widodo hanya menguasai bahasa Indonesia dan Jawa, selebihnya nol. Bahasa Inggrisnya sungguh memprihatinkan dan jadi bahan tertawaan:
Dalam banyak video yang menggambarkan kedua Capres ini berkomunikasi dalam bahasa asing mengenai program pembangunan mereka serta persoalan seputar issue yang melekat di sekitar masyarakat, sangat jelas sekali level Prabowo jauh tinggi diatas Jokowi.
*Saran: Sebaiknya untuk pendukung Jokowi jangan ditonton klo gak mau malu.
Dalam banyak video yang menggambarkan kedua Capres ini berkomunikasi dalam bahasa asing mengenai program pembangunan mereka serta persoalan seputar issue yang melekat di sekitar masyarakat, sangat jelas sekali level Prabowo jauh tinggi diatas Jokowi.
*Saran: Sebaiknya untuk pendukung Jokowi jangan ditonton klo gak mau malu.
Akankah anda menggantungkan kepemimpinan Indonesia kepada orang yang konyol dan bodoh secara pergaulan asing? Mari berpikir logis dan realistis!
Cobalah anda pikirkan martabat bangsa dan harga diri negara kedepan. Presiden itu sudah jelas dalam banyak kesempatan akan selalu berpidato di luar negeri. SBY selama 5 tahun periode pertama kepemimpinannya saja mungkin sudah berpidato lebih dari 10 kali dengan bahasa Inggris di luar negeri.
Sekali lagi cobalah anda pikirkan hal ini: Jika Jokowi terpilih nanti (mudah2an tidak. Aamiin..) apakah yang akan dia katakan saat ada konferensi pers internasional dimana dia harus berpidato? Apa yang akan diucapkan Jokowi di media live report Inggris dan Amerika? Mau pamer bahasa Jawa sambil bilang Rapopo dan aidonno?
Jika ada yang bilang bahasa Inggris tidak terlalu penting untuk presiden, dijamin otaknya sudah kelewat korslet akibat jiwa pencitraan yang dibawa capres pilihannya! Anda ingin mempermalukan negara ini dengan memamerkan sosok presiden yang kurus kering plus gak tau bahasa asing?
Berbicara mengenai pergaulan dunia internasional, tidak diragukan lagi Prabowo adalah masternya, salah satu putra bangsa yang paling berpengaruh di dunia internasional dan wawasan globalnya jangan lagi diragukan.
Kedekatannya dengan Raja Yordania, Abdullah II, mampu membuatnya dapat menyelamatkan ratusan nyawa TKW dengan kekuatan negosiasi dan melobinya yang tanggap. Belum lagi kedekatan beliau di negara lain entah itu di Malaysia, China, dll. Tapi meski begitu, Prabowo memiliki prinsip kuat untuk tidak ingin menjadi kacung dari mitra luarnya.
Spoiler for Prinsip Prabowo - Hubungan Luar Negeri
Prabowo Subianto
27 Maret ·
Bicara mengenai hubungan luar negeri, saya percaya bangsa Indonesia ingin dikenal sebagai bangsa yang ramah & damai. Kita tidak ingin mendominasi bangsa lain, menjajah bangsa lain, apalagi menginjak hak orang lain.
Oleh karena prinsip itu, kepada orang asing yang bertemu saya katakan: Aku Prabowo Subianto ingin jadi mitramu, kawanmu. Aku ingin berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Tapi kalau kau ingin aku jadi pesuruhmu, pionmu, kacungmu, saya katakan tidak!
Prabowo, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan bangsa Indonesia tak ingin berlutut kepadamu. Kami tidak ingin jadi kacungmu, tidak ingin jadi budakmu! Kami tidak ingin terus melihat kekayaan alam Indonesia diangkut kapal-kapal besar ke luar negeri untuk memperkaya dirimu sementara rakyat Indonesia kelaparan!
Jika pada 9 April 2014 ini publik memberikan mandat kepada Gerindra, Indonesia harus jadi produsen, bukan konsumen yang terus menerus impor produk. Indonesia akan produksi mobil, motor, helikopter, dan kapal-kapal sendiri. Tidak akan terus bergantung pada produk asing.
Oleh karena prinsip saya ini, oleh karena keterbukaan saya dalam berbicara, tentu akan ada pihak-pihak yang risau.
Pihak-pihak yang risau ini telah dan terus akan berupaya untuk mencoreng citra saya, dan citra Gerindra di masyarakat dalam dan luar negeri. Namun saya tidak takut. Saya tidak gentar. Saya yakin publik Indonesia cukup cerdas untuk memilah, mana yang fitnah dan mana yang benar!
Saudara-saudaraku. Pada Pemilu hari Rabu, tanggal 9 April 2014 ini mari kita suarakan cita-cita kita. Suarakan bahwa Indonesia ingin berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat secara ekonomi dan berdaulat secara politik. Indonesia ingin bangkit kembali menjadi Macan Asia tahun ini, tahun 2014! Bukan nanti-nanti, bukan kapan-kapan!
Jika saudara sependapat dengan saya, sebarluaskanlah pesan ini. Terima kasih. Salam Indonesia Raya,
27 Maret ·
Bicara mengenai hubungan luar negeri, saya percaya bangsa Indonesia ingin dikenal sebagai bangsa yang ramah & damai. Kita tidak ingin mendominasi bangsa lain, menjajah bangsa lain, apalagi menginjak hak orang lain.
Oleh karena prinsip itu, kepada orang asing yang bertemu saya katakan: Aku Prabowo Subianto ingin jadi mitramu, kawanmu. Aku ingin berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Tapi kalau kau ingin aku jadi pesuruhmu, pionmu, kacungmu, saya katakan tidak!
Prabowo, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan bangsa Indonesia tak ingin berlutut kepadamu. Kami tidak ingin jadi kacungmu, tidak ingin jadi budakmu! Kami tidak ingin terus melihat kekayaan alam Indonesia diangkut kapal-kapal besar ke luar negeri untuk memperkaya dirimu sementara rakyat Indonesia kelaparan!
Jika pada 9 April 2014 ini publik memberikan mandat kepada Gerindra, Indonesia harus jadi produsen, bukan konsumen yang terus menerus impor produk. Indonesia akan produksi mobil, motor, helikopter, dan kapal-kapal sendiri. Tidak akan terus bergantung pada produk asing.
Oleh karena prinsip saya ini, oleh karena keterbukaan saya dalam berbicara, tentu akan ada pihak-pihak yang risau.
Pihak-pihak yang risau ini telah dan terus akan berupaya untuk mencoreng citra saya, dan citra Gerindra di masyarakat dalam dan luar negeri. Namun saya tidak takut. Saya tidak gentar. Saya yakin publik Indonesia cukup cerdas untuk memilah, mana yang fitnah dan mana yang benar!
Saudara-saudaraku. Pada Pemilu hari Rabu, tanggal 9 April 2014 ini mari kita suarakan cita-cita kita. Suarakan bahwa Indonesia ingin berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat secara ekonomi dan berdaulat secara politik. Indonesia ingin bangkit kembali menjadi Macan Asia tahun ini, tahun 2014! Bukan nanti-nanti, bukan kapan-kapan!
Jika saudara sependapat dengan saya, sebarluaskanlah pesan ini. Terima kasih. Salam Indonesia Raya,
Jokowi? Sadarlah kawan, Jokowi dikenal Amerika baru kemarin sore, itupun atas bantuan James Riady dan cukong-cukong lainnya yang siap mengeruk kekayaan bangsa dengan semena-mena. Jokowi yang tidak tahu bahasa asing jadi presiden: negara kita akan ditipu, dibodohi, disadap, dimata-matai, diintimidasi, dihancurkan dari luar dan dalam, dan presiden kita cuma bisa bilang "RAPOPO!". Presiden kita adalah seekor kacung, dan kitapun juga cuma bisa bilang "RAPOPO!". Apakah anda tidak khawatir akan keselamatan bangsa ini? Renungkan kawan, suaramu menentukan nasib bangsa.
Semoga kita semua disini lebih cenderung pada fakta dan kenyataan daripada asumsi dan opini tendensius! Salam Indonesia Raya. #SAVENKRI

