DOMPET yang Hilang

Sebuah pengalaman yang menyentuh saya alami sendiri dua hari yang lalu. Kejujuran, yang merupakan "barang" langka di zaman sekarang, masih saya jumpai di dalam sosok seorang supir taksi sederhana.

Cerita berawal dari jadwal saya untuk berseminar dalam rangka undangan dari BCA Kanwil XI di Balikpapan, pada hari Rabu, 27 Mei 2009. Seminar dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 siang itu. Saya sudah tiba di sana dua jam sebelumnya. Saya berkesempatan bertemu dan meluangkan waktu bersama seorang teman, Bapak Boge. Beliau mengajak saya untuk makan siang di restoran miliknya, sebuah restoran ayam goreng terkenal, Boyolali. Saya langsung menyetujuinya.

Karena supir Pak Boge hanya mengantar beliau ke hotel tempat saya menginap, Hotel Menara Bahtera, dan langsung pergi mengurus kepentingan yang lain, kami pun pergi ke restoran dengan naik taksi. Jadwal seminar yang akan berlangsung tidak lama lagi, membuat saya harus langsung kembali ke hotel setelah makan siang, dan bersiap-siap.

Namun, saat hendak memulai seminar, saya baru menyadari, dompet saya hilang! Kepanikan melanda saya. Maklum, kartu identitas dan beberapa kartu kredit ada di dalamnya, dan tidak sedikit uang yang tersimpan di dalamnya. Staf keamanan hotel ikut membantu mencari, dan mencoba menghubungi supir taksi yang tadi mengantar saya ke restoran. Karena, siapa tahu dompet saya terjatuh di dalam taksi. Bahkan Pak Boge juga ikut membantu. Tak terkecuali Bapak Harijanto, Kakanwil BCA wilayah XI, langsung membantu memblokir kartu kredit BCA saya, untuk mejaga agar kartu kredit saya tidak disalahgunakan.

Dengan konsentrasi penuh pada topik yang saya bawakan, seminar pun berlangsung dengan seharusnya, lancar dan penuh semangat. Saat jeda istirahat, di dalam lubuk hati yang terdalam, tiba-tiba muncul perasaan yang mengatakan bahwa dompet saya akan kembali dalam keadaan utuh. Perasaan itu timbul begitu saja, yang sempat saya utarakan kepada asisten saya yang mendampingi waktu itu, David. Dan, memang benar itu terjadi!

Telah berulang kali saya buktikan, dengan keyakinan yang teguh, apa pun yang Anda harapkan, bisa terwujud! Supir taksi yang tadi mengantar saya dan Pak Boge ke restoran, sudah menunggu saya saat seminar selesai. Ia pun menyerahkan dompet saya, masih dalam keadaan utuh, tidak ada kekurangan apa pun.

Mengalirlah sebuah cerita yang menyentuh dari mulutnya. Katanya, seorang penumpang setelah saya, menemukan dompet itu dan langsung menyerahkan kepadanya. Si supir pun tanpa pikir panjang, datang ke tempat saya untuk mengembalikan dompet itu. Saya benar-benar merasa takjub dengan kejujuran yang dimiliki supir taksi, juga penumpang yang menemukan dompet tersebut.

Sebagai tanda terima kasih dan penghargaan atas sebuah kejujuran dan kebaikan yang telah dilakukannya, saya pun memberikan supir taksi itu sejumlah uang, juga kepada para staf kemanan yang telah membantu. Dengan harapan, semoga ke depannya, perbuatan baik akan selalu dilakukan.

Dari sini kita tahu, semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini tersambung dalam sebuah mata rantai. Apa yang selama ini selalu saya utarakan dalam seminar-seminar, bahwa sudah sepatutnya kita selalu berbuat baik, telah saya temukan contoh nyatanya. Saya telah mendapatkan pertolongan dari seorang supir taksi yang baik hati. Karena saya sadar, bisa saja dia mengaku tidak menemukan dompet saya, dan tidak mengembalikannya kepada saya. Atau, mungkinkah juga keyakinan saya yang begitu kuat, mendorong hal itu terjadi.

Apa pun teori di balik peristiwa ini, pastilah ada pembelajaran yang bisa kita ambil. Di mana, butuh kehati-hatian dalam menyimpan barang milik kita sendiri, menjaganya agar tidak hilang. Di mana sebuah kejujuran sangatlah indah untuk dilakukan dan patut dihargai. Dan, di mana kekuatan pikiran benar-benar bekerja saat Anda meyakini sesuatu hal dengan sungguh-sungguh. Dan ingatlah selalu, dengan senantiasa melakukan perbuatan baik dan membantu siapa pun yang membutuhkan bantuan, Tuhan juga akan membantu kita dengan caraNya.

Salam sukses luar biasa,
Andrie Wongso

ROKOK Termahal di Dunia

Bagaimana rasanya melihat tagihan kartu kredit yang mencapai angka lebih dari 23.000 triliun dollar AS? Tanyalah ke Josh Muzynski, pria asal Manchester, Negara Bagian New Hampshire, AS.

Ceritanya begini. Pekan lalu, Josh membeli sebungkus rokok di sebuah tempat pengisian bensin. Harganya, 5 dollar AS. Seperti biasa, dia membayar dengan kartu kredit Visa keluaran Bank of America miliknya. Setelah itu, ia langsung pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, Josh mengecek tagihan kartu kredit terakhir melalui laptop di rumahnya. Ia hampir pingsan ketika melihat angka 23.148.855.308.184.500 dollar AS (dibaca: 23 quadriliun, 148 triliun, 855 miliar, 308 juta, 184 ribu, dan 500 dollar AS) untuk sebungkus rokok yang baru saja dibelinya! Nilai tagihan itu, kalau dihitung-hitung, juga melebihi pendapatan tahunan semua negara di dunia ini.

Maka, Josh langsung pun segera menelepon Bank of America. Ia menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk menyebutkan jumlah tagihan itu secara tepat dan memprotes tagihan ngawur itu. Ia juga pergi ke toko serba ada di stasiun pengisian bensin untuk menanyakan masalah itu. Manajer toko sangat terkejut dan nyaris tidak mempercayai cerita Josh, hingga akhirnya ia melihat sendiri besarnya tagihan itu di laptop milik Josh.

Bank of America mengoreksi tagihan itu keesokan harinya. Kepada media massa mereka menyatakan bahwa masalah itu sebaiknya ditanyakan kepada Visa sebagai penerbit kartu kredit. Dan menurut Visa, Rabu 15 Juli 2009, masalah itu terjadi akibat "kesalahan pemrograman sementara."

Ada ada saja...!

Ayah, Maafkan Dita ........

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.

Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya, karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" ....

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu tuan ..."

"Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yang membuat gambar itu ayahhh.. cantik kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.

Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.

Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.

Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.

"Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.

"Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas.

"Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu.

Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

"Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut...

"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

"Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.

Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi, Namun si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Terkadang kita terlalu membanggakan, terlalu sayang akan barang-barang yang kita miliki melebihi kasih sayang kita terhadap anak maupun keluarga kita sendiri. Semoga cerita ini dapat menjadi refleksi pribadi dalam hidup berkeluarga.

9 Fakta Tentang BILL GATES

1. Bill Gates menghasilkan US$250 setiap detiknya, itu sekitar US$20 juta sehari dan US$7,8 milyar setahun!

2. Jika dia menjatuhkan US$1.000, dia bahkan tidak perlu repot-repot lagi untuk mengambilnya kembali karena sama dengan waktu 4 detik untuk mengambil, dia sudah memperoleh penghasilan dalam jumlah yang sama.

3. Utang nasional Amerika sekitar US$5,62 trilyun, jika Bill Gates akan membayar sendiri utang itu, dia akan melunasinya dalam waktu kurang dari 10 tahun.

4. Dia dapat menyumbangkan US$15 kepada semua orang di dunia tapi tetap dapat menyisakan US$5 juta sebagai uang sakunya.

5. Michael Jordan adalah atlit yang dibayar paling mahal di Amerika. Jika dia tidak makan dan minum dan tetap membiarkan penghasilannya utuh dalam setahun sejumlah US$30 juta, dia tetap harus menunggu sampai 277 tahun agar bisa sekaya Bill Gates sekarang.

6. Jika Bill Gates adalah sebuah negara, dia akan menjadi negara terkaya sedunia nomor ke 37 atau jadi perusahaan Amerika terbesar nomor 13, bahkan melebihi IBM.

7. Jika semua uang Bill Gates ditukarkan ke dalam pecahan US$1, kita dapat menyusunnya menjadi jalan dari bumi ke bulan, 14 kali bolak balik. Tapi jalan itu harus dibuat non stop selama 1.400 tahun dan menggunakan total 713 buah pesawat Boeing 747 untuk mengangkut semua uang itu.

8. Bill Gates sekarang berumur 40 tahun. Jika kita mengasumsikan dia dapat hidup 35 tahun lagi maka dia harus membelanjakan US$6,78 juta per hari untuk menghabiskan semua uangnya sebelum dia pergi ke surga.

9. Tapi! Jika pemakai Microsoft Windows dapat mengklaim US$1 untuk setiap kali komputernya hang karena Microsoft Windows, Bill Gates akan segera bangkrut dalam waktu 3 tahun!

Komunikasi tanpa marah

Setiap orang bisa marah. Itu mudah. Tetapi marah kepada orang yang tepat, derajat yang tepat, waktu yang tepat, dengan tujuan dan cara yang tepat, tidaklah mudah.

Aristoteles, generasi ketiga setelah Socrates dan Plato, sungguh luar biasa tercerahkan pada jamannya yang belum tersentuh kecanggihan teknologi masa kini ketika mengungkapkan kalimat di atas. Kualitas mental dan batinnya benar-benar telah teruji secara positif dan futuristik. Pasalnya, sampai hari ini kalimat bijaknya tetap relevan, tidak lapuk dimakan rayap jaman. Ia benar ketika mengatakan, marah adalah urusan gampang. Namun kapan, dimana, pada siapa dan bagaimana energi negatif itu akan ditumpahkan, itu menjadi tidak mudah. Karena jika salah menerapkannya, badai pertikaian akan segera berkecamuk dalam hubungan antar sesama. Bahkan bisa terkadang akan menjadi semakin memburuk dan destruktif.

Ada sebuah kisah menarik tentang hal marah ini di White House saat Bill Clinton menjadi presidennya. Dikisahkan, entah karena terlalu banyak bekerja, kurang tidur atau karena dipusingkan oleh urusan Monica Lewinsky, Clinton menjadi sangat marah kepada para wartawan di suatu pagi di kantor kepresidenannya. Para wartawan kaget bukan kepalang karena belum pernah ada referensi kejadian itu sebelumnya. Clinton yang sangat flamboyan dan relatif tidak formal itu belum pernah berbicara dengan nada tinggi seperti itu. Mereka pun mencoba menganalisa peristiwa itu dengan cara sendiri-sendiri tanpa kesimpulan yang dapat ditarik secara kolektif. Kebingungan para wartawan ternyata tidak berlangsung lama. Pada sore harinya, Clinton masuk ke press room meminta maaf dan mengharapkan para kuli tinta itu melupakan kejadian pagi hari itu. Ia khilaf karena terlalu letih. Kisah ini sangat sesuai jika direfleksikan dengan apa yang dikatakan Aristoteles di atas. Marah itu mudah. Tempat, cara dan kepada siapa hal itu harus ditumpahkan yang akhirnya menjadi sulit. Clinton adalah contohnya. Ia salah menyampaikan kemarahannya kepada wartawan di waktu dan tempat yang salah pula.

Ingatlah bahwa untuk setiap menit kemarahan dan emosi negatif yang dikuncarkan kepada orang lain, menurut Ralph Waldo Emerson, kita telah kehilangan enam puluh detik kebahagiaan. Kalimat lengkapnya, ’for every minute you are angry you lose sixty seconds of happiness.’ Dalam kondisi batin dan suasana hati tidak bahagia itu, bagaimana mungkin konversasi bisa dilakukan secara kondusif dan produktif. Kehilangan kesempatan sudah menunggu di depan mata. Pelanggan baru belum tentu dapat, pelanggan lama akan hengkang. Belum lagi energi positif terkuras dari tangki afeksi secara besar-besaran sehingga membuat pemiliknya kehilangan cinta dan kasih. Jika setiap kita lebih mengedepankan komitmen terhadap pekerjaan dengan meningkatkan etos kerja secara lebih maksimal, tentu efektivitas usaha akan semakin meningkat seperti apa yang disarankan oleh Brian Koslow dalam untaian kata bijaknya, ’to increase your effectiveness, make your emotions subordinate to your commitments.’

Untuk meningkatkan efektivitas Anda, buatlah emosi menjadi lebih rendah (bawahan) dari komitmen Anda. Lagian, harus dicamkan baik-baik bahwa pelanggan menyimpan sejuta emosi yang tidak logis. Mereka memiliki bermacam-macam keinginan dan meminta penyedia jasa dan produk untuk memenuhinya.

Jika memahami kondisi ini, rasanya kita tidak perlu lagi terpancing oleh apa pun yang dikatakan mereka. Dale Carnegie, pakar komunikasi, pernah mengajarkan bahwa ‘when dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but creatures of emotion.’ Ketika berhubungan dengan orang, ingatlah bahwa Anda bukan sedang berhadapan dengan makhluk logis, tetapi makhluk emosi. Artinya, rasio tidak mengedepan dalam relasi antarsesama, apalagi dengan penjual produk/jasa yang sudah mengecewakan mereka.

Yang lebih mengemuka adalah emosi. Dan, emosi itu bukan rasio. Ia lebih ke masalah perasaan dan hal itu tidak terukur. Sesuatu yang tidak terukur tentu relatif menjadi lebih sulit untuk ditangani dengan pendekatakan rasional yang sistemik dan terukur. Karenanya, untuk apa kecewa dengan pelanggan marah yang kurang mengedepankan kewajaran? Cukuplah tenang, tidak emosi, tetap terkendali dan terfokus. Jangan sampai kita membuat sebuah konversasi yang akan disesali sepanjang perjalanan karir bisnis.

Camkan apa yang dikatakan oleh Ambrose Bierce, ‘speak when you are angry and you will make the best speech you will ever regret.’ Bicaralah ketika Anda marah dan Anda akan membuat pidato terbaik yang selalu akan Anda sesali!

Anak.....Guruku yang hebat

Suatu sore sepulang dari kantor saya menjumpai anak saya di ruangan bermain sedang mencari-cari sesuatu, dan begitu melihat saya datang Fio kegirangan. "Pa, bantuin cari roda mobilnya Koko yang lepas!"

"oke, sebentar Papa ganti baju dan cuci tangan dulu ya!"
Setelah saya selesai berbenah dengan diri sendiri maka saya menjumpainya di ruangan bermain. Ia masih melongkok ke berbagai sudut dan kolong lemari mainannya. Wajahnya sedih sekali dan tampak tak bersemangat.

Sebenarnya saya pun capek sekali. Inginnya sih duduk minum juice apukat.
Setelah itu tak berapa lama saya menyadari diri saya sudah berada di kolong kursi dan lemari, mencari-cari benda 'tak berharga' itu. Fio sangat ingin saya menemukannya. Saya mulai menggeledah bantalan kursi, kotak mainan yang baru saja dipakainya, bagian belakang lemari mainannya dan berbagai sudut ruangan. Saya mendadak menjadi budak yang patuh bergerak kerepotan di antara tempat yang bagi saya asing dan berdebu.

Fio menguntit saya dengan gelisah sambil terus menggerutu,"hmmm ke mana sih?" kemudian mulai memberikan saran-saran yang semakin membingungkan saya.
Selama pencarian banyak pikiran berseliweran di kepala saya. Tiba-tiba beberapa jenis pikiran memuncak,"Sedang apa saya ini, mengaduk-aduk ruangan dan lemari dekil mencari sebuah roda mainan konyol yang tak berharga. Bagaimana mungkin saya bisa merunduk begini rendah? Mengapa saya menuruti keinginannya yang begitu mendadak?"

Saya menyadari semenjak kelahiran anak pertama saya, kehidupan berubah total. Berapa banyak waktu saya tersita oleh kegiatan-kegiatan konyol dan melelahkan seperti ini. Kadang saya merasa menjadi tawanan seorang penguasa kecil yang gila. Seperti kata , siapa itu ya, psikiater Inggris yang mengatakan bahwa keluarga adalah sebuah tungku penempaan kegilaan, uhh masa bodoh mengingat itu semua.

Tiba-tiba suasana hati saya berubah. Entah kenapa beberapa hal kecil yang seolah tampak bertentangan berseliweran dalam pikiran saya membuat saya menjadi lebih besar. Di saat saya merunduk rendah seperti ini, saya merasakan semangat saya tiba-tiba membubung. Hanya dengan membantu seorang anak saya merasa jauh lebih terbuka. Bagaimanapun ada bagusnya juga saya bergeser dari sebuah dunia hebat tempat semuanya jelas beralasan ke sebuah ruangan suram tempat bersembunyinya pretelan-pretelan kecil tak berharga yang terlupakan. "Hai Ariesandi, siapa kamu? Bukankah masih ada sosok anak-anak dalam dirimu? Bukankah selama ini kamu punya prinsip bahwa kita bisa belajar di tempat manapun juga dan dari siapapun juga dalam situasi apapun juga?"

Demikian sebuah kesadaran yang muncul mengagetkan saya. Sayapun menarik napas panjang, menatap mata Fio yang polos, mengendorkan keseriusan saya dan kemudian dengan bersemangat mengatakan,"Papa akan carikan sampai ketemu,oke!" dan sayapun melihat kelegaan menyelimuti dirinya. Seolah tahu bahwa ia mempunyai tempat berlindung yang tepat dan bahwa dirinya akan selalu aman bersama dengan orangtuanya.

Tak berapa lama saya berhasil menemukan roda mungil itu!!! Ohhhhh senangnya, saya pun teringat film Dora, seketika terngiang suara Fio menyanyi menirukan lagu Dora sambil berjingkrak di depan film kesayangannya itu , "Berhasil,berhasil,berhasil, horeee!"
Fio pun segera memasang roda itu dan mobil-mobilan tersebut kembali utuh.
Sayapun termangu memandanginya serius menatap mobil-mobilan itu. Saya mengingat kembali momen-momen kecil seperti ini. Tak seberapa hebat sih, tapi kalau dikumpulkan koleksi saya banyak juga.

Sudah jelas dulu sebelum menjadi orangtua saya punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Saya bisa membaca, menulis, berpikir dan menikmati musik sambil meditasi tanpa gangguan. Meningkatkan kesadaran diri di atas dunia personal saya yang kecil.
Sekarang ini sebaliknya, saya mencari-cari roda kecil konyol, memasang isolasi pada mobil-mobilan yang retak, melekatkan stiker pada mobil balap kecil dan berbagai kegiatan membuang waktu lainnya. Di penghujung hari saya kecapekan.

Tapi hidup saya jadi terasa lebih dalam dan lebih kaya dibandingkan sebelumnya. Saya jadi mengerti bahwa setiap momen dalam kehidupan sebagai orangtua, betapapun menjengkelkannya dan sepelenya, berisikan kejutan-kejutan tersembunyi serta banyak kesempatan untuk meningkatkan diri menuju cahaya kebijakan yang lebih baik.

Hidup bersama anak-anak kita memperkaya dan mengubah kepribadian kita menjadi lebih baik, asalkan kita mau menggunakan kesempatan itu. Rasa-rasanya seperti belajar di sebuah kursus super intensif yang mengajarkan semua pengalaman besar dalam kehidupan, yang memberi kita pemahaman lebih kental dan perhatian lebih tajam pada keindahan, cinta, kepolosan, permainan, derita dan maut, kesabaran, kebenaran, identitas, rasa syukur, masa lalu, kecerdasan, pengajaran, keleluasaan dan masih banyak lagi.

University of Life

Setiap manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan. Manusia dapat menciptakan terobosan terbaik dalam kehidupan ini ketika ia berkemauan belajar. Jim Rohn, seorang motivator ternama di dunia, mengatakan bahwa belajar merupakan awal dari setiap proses terciptanya keajaiban.

"Learning is the beginning of wealth. Learning is the beginning of health.Learning is the
beginning of spiritually. Searching and learning are where the miracle process all begins"
.

"Belajar adalah awal dari kekayaan. Belajar adalah awal dari kesehatan. Belajar adalah awal dari kedamaian spiritual. Mencari dan belajar adalah awal dari setiap proses terciptanya keajaiban," katanya.

Kita bisa saja meninggalkan bangku sekolah karena banyak faktor tidak dapat kita hindari. Tetapi kita tidak dapat mengabaikan pentingnya belajar dalam kehidupan ini. Maka kita harus selalu belajar atau lebih sering disebut long learning yaitu belajar seumur hidup.

Seorang filsof ternama yaitu Aristotel menandaskan bahwa belajar adalah sesuatu yang sangat fundamental dalam kehidupan kita.

"Learning is an ornament in prosperity, a refuge in adversity, and a provision in old age."
Belajar adalah suatu hiasan dalam kesuksesan, sebuah perlindungan dalam tantangan, dan sebuah harapan diusia lanjut.

Seri buku Back to School merupakan wujud dari satu keinginan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pentingnya belajar. Seri buku Back to School merupakan referensi belajar bagi siapapun, tak terkecuali bagi mereka yang masih menuntun ilmu di sekolah maupun mereka yang sudah meninggalkan bangku sekolah, bekerja maupun sudah pensiun. Seri buku ini akan membantu para pembacanya untuk mebuktikan bahwa mereka tercipta sebagai mahluk yang teristimewa karena memiliki kekuatan yang tidak terbatas.

Seri buku "Back to School" disusun berdasarkan konsep KISS, yaitu Keep It Sistematic and Smart.
Sedangkan smart merupakan akronim dari 5 kata, yaitu :
S - Sederhana, artinya mudah dicerna dan diaplikasikan
M - Meyakinkan, artinya dapat bukan hasil dari rekayasa semata
A - Aplikatif, artinya dapat dengan mudah dan langsung dipraktekkan
R - Realitas, artinya sesuai dengan realitas yang ada
T - Teruji, artinya setiap alternatif yang disungguhkan sudah memberikan hasil yang nyata.

Konsep penyusunan tersebut memungkinkan seri buku Back to School sebagai referensi belajar yang relevan dengan kebutuhan, keinginan, kultur budaya, agama, bahasa dan tuntunan perubahan. Sehingga seri buku Back to School sangat menyenangkan untuk dinikmati. Tak berlebihan kiranya jika kami berharap seri buku ini nantinya mampu membuka wawasan dan mendorong keinginan para pembacanya untuk mengambil sebuah keputusan yang berani dengan melaksanakan langkah-langkah menuju kehidupan yang lebih sukses, kaya dan bahagia.

Cerita sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”

“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”

“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.”

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya” .

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

Ramalan Kiamat Suku Maya Telah Dipatahkan

Dari Pak Ma'rufin Sudibyo (LAPAN Indonesia)

Pak Ma'rufin berpendapat:
"Setelah membaca lebih jauh, berakhirnya kalender Maya di 21 Desember 2012 itu lebih disebabkan oleh berakhirnya siklus kalender, yang disebabkan oleh “kehabisan angka”. Sistem Kalender Maya berbasiskan pada bilangan 20 (bi-desimal) , berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal). Mengutip tulisannya mbak Avivah Yamani di langitselatan.com, dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan hobi-nya suku Maya dengan siklus 13 dan 20 serta start kalender Maya ini ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ini akan ekivalen dengan 21 Desember 2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 ini terlampaui, kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 alias angka paling kecil. Inilah yang saya maksud dengan “kehabisan angka” tadi. So, satu hari setelah 21 Des 2012 itu, atau pada 22 Desember 2012, kalender Maya memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1.

Sementara jika meninjau fakta2 “ilmiah” yang dikatakan menyertai isu kiamat 2012 ini, sebagian besar juga meragukan. Sebut saja misalnya retaknya medan magnet Bumi, yang disebut-sebut telah mencapai panjang 160.000 km di angkasa sebagai South Atlantic Anomaly (SAA). Sementara fakta yang ada, SAA ini merupakan area dimana posisi sabuk radiasi van-Allen paling dekat dengan permukaan Bumi dan terjadi akibat perbedaan viskositas antara batuan kerak Bumi dan lapisan selubung dengan inti Bumi. Perbedaan viskositas membawa pada perbedaan kecepatan rotasi, yang (meski kecil sekali), memiliki beberapa efek, ya salah satunya munculnya SAA ini.

Sementara soal Yellowstone caldera yang dikatakan akan meletus dahsyat kembali (dengan memuntahkan tephra sedikitnya 2 juta km3, jika merujuk letusan terdahulu) guna mengikuti siklus letusan 600.000 tahun sekali, jika kita cek langsung ke USGS (yang langsung memonitor kaldera ini), ternyata Yellowstone memiliki periode letusan rata-rata 640.000 tahun. Jika kita “saklek” dengan angka ini, masih ada selang waktu 40.000 tahun bagi Yellowstone untuk meletus. Meski, dalam vulkanologi, yang namanya periode letusan rata-rata itu hanyalah menjadi patokan, bukan untuk keperluan prediksi apalagi peramalan. Sebut saja misalnya dengan Gunung Merapi di Jateng-DIY. Dalam perspektif vulkanologi, gunung ini seharusnya sudah meletus kembali karena periode letusannya 2 – 3 tahun (dengan letusan terakhir Juni 2006 silam), namun sampai kini gak ada aktivitas yang menunjukkan perkembangan ke sana.

Di Yellowstone, memang pada Januari lalu terekam adanya seismic swarm, alias rangkaian gempa2 vulkanik yang menjadi tanda migrasi magma. Namun selang waktu seismic swarm ini sangat pendek (hanya 2 minggu) sehingga tak bisa diterjemahkan sebagai adanya pasokan magma secara terus menerus yang sedang menembus kulit Bumi menuju ke permukaan kaldera. USGS menyebut seismic swarm berdurasi pendek ini biasa terjadi di Yellowstone caldera, demikian pula di kaldera2 lain yang ada di dunia baik mulai dari Toba (yang ini juga rutin direkam BMKG), Krakatau maupun yang paling muda seperti Pinatubo.

Sementara soal planet Nibiru, alias planet X itu, seperti pernah saya tulis, itu cuman mitos lama dari era Babilonia yang tak pernah bisa dibuktikan. Jika ada planet bernama Nibiru yang ukurannya hampir menyamai Saturnus itu, maka tentunya planet ini sudah nongol dalam pelat-pelat fotografis seabad silam ketika Clyde Tombaough dkk melakukan systematic search untuk menemukan Pluto. Apalagi dengan teknologi terkini dimana planet tidak hanya diobservasi dengan spektrum cahaya tampak semata, namun juga dengan inframerah, ultraviolet dan gelombang radio. Ketika teknologi astronomi masa kini bahkan demikian powerfull untuk menemukan sejumlah planet baru yang mengorbit bintang2 tetangga alias ekstrasolar planets, maka sulit diterima jika ada benda langit asing sebesar Saturnus yang masih bersembunyi dalam region tata surya kita, dalam rentang jarak dari orbit Pluto hingga kawasan awan komet Oort.

Memang, seperti pernah ditulis pak AR Sugeng R, potensi terbesar dari Kiamat 2012 adalah badai Matahari, dimana secara siklusnya pada rentang waktu 2011-2012 sunspot number Matahari memang mencapai puncaknya dan berkorelasi langsung dengan tingginya semburan proton energetik dari permukaan Matahari ke segala arah. Model2 matematis yang dikembangkan NASA menyebut badai Matahari ini akan menyamai peristiwa Carrington 1859 silam, dengan efek yang merusak terhadap sistem telekomunikasi, satelit dan kelistrikan. Sebagai gambaran, badai Matahari 1989 (yang kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7 derajat dari magnetic north) mengakibatkan kerusakan pada trafo listrik Ontario Hydro dan menyebabkan sebagian AS dan Kanada mengalami mati listrik hingga 9 jam. Dan dalam badai Matahari 2011-2012 (yang diperkirakan mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 15 – 20 derajat), tentunya kerusakan itu bisa menjangkau daerah yang lebih jauh, bahkan hingga ekuator.

Tentang tumbukan benda langit, memang tata surya kita sedang melintasi bidang galaksi Bima sakti dan itu akan menyebabkan perturbasi gravitasi dari bintang2 tetangga kita menjadi maksimal. Persoalannya, kapan perturbasi itu mampu menghentakkan jutaan benda langit mini di awan komet Oort dan sabuk asteroid Kuiper hingga berubah menjadi komet-komet yang menghujani tata surya bagian dalam, saat ini belum bisa dikuantifikasi. Kita hanya tahu itu akan terjadi, tapi kapan ? Belum diketahui."

Aku pengen beli waktunya Ayah............???

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.

Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak.

Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.

“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Trik Login Beberapa Akun Facebook dalam Satu Browser

Jika anda memiliki lebih dari satu akun facebook , email ( atau layanan internet yang membutuhkan password) atau komputer anda digunakan bersama-sama maka Anda bisa login beberapa akun facebook atau email dalam satu browser Mozilla Firefox secara bersamaan dengan cara menggunakan profil yang berbeda, karena dengan menggunakan profile berbeda maka password email akan tersimpan di cookies yang berbeda pula.

To the point aja, berikut cara mensetting Firefox secara paralel dengan cara menambahkan profil baru.

1. Tutup Firefox anda

2. Masuk ke run, Tulis kata berikut: firefox.exe -ProfileManager

3. Klik Enter



3. Klik Create Profile, Next

4. Tulis Profil baru anda misalnya FFbaru

5. Klik Finish.

Agar bisa agar kita bisa menggunakannya dengan mudah buatlah icon baru untuk profil baru baru anda:

1. Buat copy shortcut icon firefox dan beri nama baru, misal : Profil Baru
2. Klik kanan icon > properties dan tambahkan kode pada target : -no-remote -p FFbaru (beri spasi antar .exe” dan -no, FFbaru adalah nama sesuai profil yang sudah anda buat) dan klik tombol apply .

Untuk mengetes apakah setting kita berhasil, maka jalankan Firefox yang lama dan yang baru. Kemudian Login dengan akun yang berbeda. Jika login sukses maka Anda telah berhasil menjalankan Firefox secara paralel dengan profile baru.

Kalau anda ingin profile firefox yang baru memiliki add on firefox dan bookmark seperti yang lama, caranya cukup mudah yakni dengan mengcopy dulu isi folder profile yang lama ke folder profile yang baru.

1. Pastikan Anda telah mengaktifkan “Show hidden files and folder”
2. Buka C:\Documents and Settings\[nama user computer]\Application Data\Mozilla\Firefox\Profiles\
3. Copy isi folder {kode acak}.default ke folder (kode acak).FFbaru

Semoga bermanfaat

Cara Hack Facebook

Aktivitas hacking semakin hari semakin meresahkan saja, tidak hanya email facebook juga salah satu sasaran yang dijadikan korban hacking, Karena akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan atau bahkan ingin mencoba sesuatu yang disebut hacking facebook orang.Entah cara apa yang mereka lakukan,tapi tujuan mereka sama yaitu mencuri facebook orang lain.Kalo dipikir buat apa kita mencuri facebook orang lain?Toh kalo mereka kena hack khan masih bisa buat account facebook yang baru.Dari sekian banyak orang yang saya jumpai,mereka ingin nyuri(hacking) facebook sang pacar.Jelas tujuannya mereka ingin tahu apa yang dilakukan pacarnya di dalam facebook itu?Berarti dengan adanya facebook bisa buat orang berubah?Berupah dalam hal apa ne?Udah ga usah dibahas masalah ini,khan kita ingin membahas cara yang dilakukan hacker untuk mencuri facebook
Tentunya banyak sekali ya cara yang dilakukan para hacker tersebut,disini saya akan memberikan sedikit gambaran cara yang dilakukan para hacker

1.Dengan fake login
Bagi sebagian orang kata “fake login” sudah tidak asing lagi seiring pesatnya petumbuhan facebook.Kenapa begitu?Tanya kenapa…..
Dengan fake login seorang hacker berusaha membuat halaman atau replika situs yang mereka jadikan target sasarannya.Dalam hal ini tentu saja facebook.Fake login bisa diciptakan seorang hacker dengan mengolah “script atau html” menjadi satu kesatuan yang tentunya menggunakan bahasa mesin.Tentunya kita harus paham dengan apa itu script dan html

2.Dengan keylogger
Keylogger ini semacam software yang dipasang/di instal dalam komputer.Cara kerja keyloger adalah mencatat atau menyimpan semua aktifitas yang dilakukan di atas keyboard.Entah apa saja yang orang lakukan diatas keyboard(mengetik) semua akan tersimpan dengan “keylogget” itu.Dimana bisa dipasang keylogger itu?Dimana saja yang penting komputernya hidup hehehe.Kebanyakan keylogger dipasang di warnet.

3.Dengan email
Cara yang satu ini ada kaitannya dengan cara nomer satu.Si hacker akan melakukan apa yang namanya “mengirim email notifikasi” yang berupa link.Jika kita klik link itu contohnya kita dapat email tersebut yang ada kaitannya dengan facebook.Kita klik link yang ada di email kita,memang kita akan dibawa ke halaman facebook.Seolah olah seperti halaman facebook asli,tapi sebenarnya itu adalah salah satu proses fake login(halaman palsu).Hal yang perlu diperhatikan jika kita mendapat email seperti itu adalah pas kita dapat email apa sebelumnya kita melakukan aktifitas di facebook yang intinya kita merubah password atau apa saja yang kaitannya ama privasi.Lihat link yang ada di kolom bar komputer kita,apakah alamatnya http://facebook.com atau ada embel-embel dibelakang tulisan .com

4.Yang paling gokil
Cara ini bisa dibilang salah satu cara orang strees.Kenapa?Jika seorang hacker mencuri facebook dengan bermain script dan otak mereka kali ini kita hanya memainkan “mata kita” untuk melakukan aksi hacking itu.Lalu bagaimana caranya?Begini,tentukan dulu korban kita.Kalau sudah dapet siapa orangnya,nah ikutin deh orang itu kalo pergi ke warnet.Pas di login di facebook,saat itu aksi kita mulai.Yap pelototin tuh tangan orang itu untuk mendapatkan passwordnya hheheh.
Nah udah sedikit paham khan dengan cara yang dilakukan para hacker pada umumnya.Jelas lah hacking itu sangat susah,jadi ngapain kita melakukan hacking untuk mencuri password facebook orang.

Trik Login Cepat Facebook

Banyak yang kurang memperhatikan salah satu hal tentang “identitas”-nya di Facebook, yaitu URL profil. Jika Anda salah satu diantara yang kurang memperhatikan hal tersebut, saya memiliki beberapa tips untuk mempermudah alamat profil Anda di Facebook.
Secara default, alamat profil Facebook Anda memiliki format http://www.facebook.com/profile.php?id=10000004177xxxx, bikin puyeng, khan? Namun Anda dapat mengubahnya menjadi url yang lebih mudah diingat dengan beberapa cara.

Untuk mengganti URL dengan nama pribadi, Anda dapat mengunjungi link ini.



Facebook memperkenalkan fitur baru yang memperbolehkan pengguna untuk mendaftarkan nama pribadi sebagai URL akun mereka.

Pengguna Facebook bisa segera mengubah URL unique mereka menjadi lebih unik dengan menyertakan nama pribadi. Setiap akun hanya boleh memiliki satu username dan bersifat permanen, artinya pengguna tidak bisa mengubahnya lagi setelah mereka mendaftarkannya. Bahkan, jika pengguna menghapus akun tersebut, username yang sudah mereka daftarkan akan selamanya hilang.

Facebook memang sedang mendorong pengguna untuk memasukkan real name user. Sistem ini pun menyarankan beberapa pilihan username yang masih berkaitan dengan nama depan dan belakang pengguna, meskipun disediakan juga kotak kosong dimana pengguna dapat mengetikkan username yang memang tidak berhubungan dengan nama asli. Namun Facebook menyarankan agar Anda menggunakan nama asli agar teman dapat menemukan akun Anda dengan mudah.a

Username tersebut ternyata tidak hanya digunakan untuk memudahkan dalam mengingat alamat facebook tetapi juga digunakan untuk login, jadi jika biasanya anda login menggunakan email misalnya email anda muhammad@yahoo.com jika username anda muhammad, anda hanya perlu mengetikkan username (muhammad) dan password anda, anda sudah bisa login ke akun facebook anda.

Semoga bermanfaat. :)

KUTU ANJING DAN RANTAI GAJAH

Melepaskan Diri dari Belenggu Keterbatasan

Cerita Kutu Anjing
kutu anjing adalah binatang yang sangat hebat. Apa kehebatannya? Ia bisa meloncaat sangat tinggi. Sampai kira-kira 50 kali lipat ukuran tubuhnya. Ia binatang yang membuat anjing gatal-gatal.

Suatu ketika sang anjing meminta tolong pada seekor kelinci. “Wahai kelinci, tolonglah aku. Tolong kau cari, tangkap dan buang kutu anjing di tubuhku ini. Rasanya aku sudah nggak kuat lagi.”

Kelinci pun berusaha sekuat tenaga. Tapi ia sangat sulit menangkap kutu anjing itu. Setiap ia akan tangkap, si kutu anjing melompat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari kelinci. Keadaan ini membuat kelinci berpikir keras. Akhirnya ia dapat ide. Ia minta serpihan kecil daging dan bulu pada anjing. Daging dan bulu itu, ia masukkan ke sebuah kotak korek api yang terbuka. Rupanya kelinci membuat jebakan untuk kutu anjing tersebut.

Ketika kutu anjing melihat ada sebongkah daging dan bulu anjing, maka ia pun melompat masuk ke dalam kotak korek api itu. Ketika, ia sedang asyik menikmati bulu dan daging anjing itu, kelinci segera menutup penutup kotak korek api itu. Si kutu anjing pun terperangkap.

Kelinci membiarkan kutu anjing itu beberapa hari. Ia tidak ingin tangkapannya kabur lagi. Setelah beberapa hari, kotak korek api dibuka. Meloncatlah si kutu anjing. Kelinci terkejut. Ia khawatir si kutu anjing akan kabur. Ternyata tidak. Kutu anjing itu sekarang, tidak bisa loncat melebihi tinggi kotak korek api yang beberapa hari ini mengurungnya. Kelinci dengan mudah kembali menangkap si kutu anjing.
Nah, itulah cerita kutu anjing. Dia sebenarnya bisa melompat tinggi sekali. Sampai 50 kali ukuran tubuhnya. Tapi begitu ia dimasukkan ke kotak korek api, ia tak bisa melompat tinggi.
Apa yang bisa kita pelajari dari kisah itu? Banyak sekali. Cuma saja, saya baru akan menerangkannya, sesudah saya menceritakan satu cerita lagi untuk anda.

Cerita Rantai Gajah.
Suatu ketika, ada gajah liar yang merusak kampung. Sudah banyak orang yang celaka. Banyak rumah yang rusak. Sawah dan ladang pun demikian pula.
Penduduk desa telah berusaha sekuat tenaga menangkap atau membunuh sang gajah. Tapi semua cara gagal. Mereka kekurangan alat. Mereka hanya mengandalkan senapan angin yang tidak seberapa kekuatannya. Tentu saja, tidak bisa menaklukan sang gajah.

Kebetulan, lewat ke kampung itu seorang pemburu dari kota. Penduduk kampung pun meminta pertolongan sang pemburu. Dengan sigap pemburu ini segera memburu sang gajah. Mereka pun bertemu di pinggir kampung.
Sang pemburu sudah siap dengan berbagai alatnya. Ia gunakan senapan besar dengan kekuatan besar. Ia juga gunakan peluru bius yang sangat kuat. Ia yakin, peluru bius itu sanggup membius sang gajah.

Beberapa kali tembakan meleset. Sampai pada tembakan kelima, akhirnya sang gajah tertembak. Peluru bius itu pun menancap di tubuh sang gajah. Beberapa saat, sang gajah meronta. Sampai kemudian, ia terjatuh dan pingsan.
Sang pemburu dan penduduk kampung kemudian merantai gajah itu. Rantai yang digunakan besar dan kuat sekali. Penduduk kampung pun lega. Akhirnya masalah besar itu selesai juga.

Sang gajah pun bangun. Ketika bangun ia langsung berdiri dan berlari. Ia merasa benar-benar lapar. Tapi kakinya dirantai. Ia pun terjatuh. Ia berdiri lagi, lari lagi. Terjatuh lagi. Begitu terus. Sampai sang gajah lemas. Ketika melihat kesekelilingnya, ternyata ia menemukan sebongkah besar rumput. Ia pun menghampiri rumput itu dan memakannya. Ketika gajah itu kenyang, ia mencoba berlari lagi. Tapi rantai yang mengikatnya sungguh kuat. Ia terjatuh lagi.

Itulah yang terjadi hari-hari berikutnya. Sang gajah terus mencoba berlari, tapi ia terus gagal. Meski begitu, ia tidak kelaparan. Malah makin gemuk saja, karena makanannya bagus dan terjamin. Sang gajah pun berhenti mencoba lari. Setiap hari ia hanya makan saja.

Rantai gajah pun diganti. Tidak lagi menggunakan besi yang besar dan kuat. Ia hanya diikat seutas tali plastik. Tapi sang gajah tidak mencoba berlari. Ia telah nyaman pada kondisinya sekarang. Ia tidak lagi liar.

Itulah cerita rantai gajah. Apa yang bisa anda simpulkan dari dua cerita tadi?
utu anjing yang tadinya bisa melompat tinggi, jadi tidak berdaya dan hanya melompat setinggi kotak korek api. Demikian juga dengan sang gajah liar. Tadinya dibutuhkan rantai besi yang besar dan kuat untuk merantainya. Tapi, kemudian, seutas tali plastik saja tidak dicoba diputuskan oleh sang gajah.

Bagi saya, dua cerita di atas setidaknya memberi tiga pelajaran:
1. Setiap mahluk hidup sebenarnya mempunyai potensi yang hebat.
2. Ada kondisi yang membuat potensi hebat tersebut, justru tidak digunakan.
3. Manusia hebat adalah manusia yang berhasil memutuskan belenggu dalam dirinya sendiri.

Mari kita bahas satu per satu.

1. Potensi hebat.

Setiap manusia dilahirkan dengan potensi yang hebat. Bagaimana orang seperti Thomas Alfa Edison – yang dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh – justru berhasil mempunyai hak paten untuk 1000 penemuan. Itu karena Edison memang dilahirkan dengan potensi hebat itu. Demikian pula dengan kita semua.

Kita semua dilahirkan dengan potensi yang sama dengan Edison. Otak kita dengan Edison relatif sama. Bedanya, Edison menggunakan lebih banyak sel otak dibanding orang biasa. Karena potensi yang digunakan berbeda, maka hasilnya pun beda. Sesederhana itu.

Jadi, potensi yang kita miliki itu sama dengan orang-orang hebat seperti Soekarno, Habibie, keempat Imam Mazhab, Gus Dur, Amin Rais, Usamah bin Ladin, Goerge W Bush, Fidel Castro, Pele, Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Muhammad Ali, Rudi Hartono, dan sebagainya.

Pembedanya terletak pada seberapa banyak potensi yang kita gunakan dalam hidup kita sehari-hari.
Semua manusia berasal dari sel sperma. Nah, sel sperma yang menjadi manusia itu adalah sel terkuat. Ia telah berjuang mengalahkan 200 juta sel sperma lain. Jadi kita itu dilahirkan sebagai orang hebat dari awal penciptaan kita.

Setidaknya ada enam potensi hebat yang kita miliki.

Pertama, ruh. Ruh lah yang membuat kita hidup. Berbeda dengan batu. Ruh adalah bagian manusia yang kekal. Ia tidak akan mati. Mati yang kita kenal adalah proses perpindahan ruh dari dunia fana ke dunia kekekalan. Sang ruh tetap hidup.

Kedua, akal. Inilah anugerah Tuhan yang membedakan dan membuat manusia lebih dari mahluk lain. Bahkan dari malaikat sekalipun. Akal adalah kemampuan manusia untuk membedakan hal yang benar dan salah, lalu mendorong manusia melakukan hal yang benar.

Ketiga, nafsu. Inilah sumber keinginan tanpa batas manusia. Ia memang punya titik lemah, yaitu mendorong manusia melakukan hal-hal yang buruk. Tapi dengan kekuatan akal, nafsu manusia bisa dikendalikan. Misalnya manusia punya nafsu sex. Nah, akal akan memimpin nafsu untuk menyalurkan nafsu tersebut dengan cara yang benar. Pernikahan. Bukan berzina.

Keempat, otak. Inilah potensi yang luar biasa. Di dalamnya terdapat pikiran, emosi, kreatifitas, imaginasi, memori dan sebagainya. Semua hal itu adalah potensi-potensi hebat. Dengan pikiran yang tepat misalnya, kita dapat berjalan di atas bara api tanpa terluka. Dengan adanya emosi, kita bisa menjalin hubungan baik dengan sesama mahluk Tuhan.

Kelima, fisik. Manusia telah dianugerahi fisik yang tepat. Lihatlah hidung kita. Lubangnya mengarah ke bawah kan? Bayangkan bila lubang hidung kita mengarah ke atas, akan susah kalau kehujanan. Bayangkan pula bila bibir kita ada dua atau lebih. Satu bibir ngomong, yang lain juga ngomong. Bingung kan? Atau kita punya dua jenis kelamin. Bagaimana kira-kira jadinya?

Keenam, waktu. Tuhan memberi setiap manusia waktu yang sama. Sehari 24 jam. Sejam 60 menit. Semenit 60 detik. Waktu adalah potensi yang tidak bisa diulang. Kita tidak bisa mengulang kelahiran kita sendiri. Waktu terus berlalu.

Bila sekarang anda sedang membaca, maka di waktu yang sama ada yang tidur, nonton TV, belanja, dan sebagainya. Sebaik apa kita menggunakan waktu, sebaik itu pulalah hasil yang kita dapat. Juga sebaliknya.

Nah, keenam potensi ini sama diberikan Tuhan pada setiap manusia. Tinggal bagaimana kita menggunakan potensi itu. Itulah mengapa ada orang sukses dan pecundang. Orang sukses pasti menggunakan potensi seoptimal mungkin. Sedang pecundang tidak.

2. Kondisi yang membelenggu.

Ada banyak kondisi yang bisa membelenggu potensi manusia. Saya menggolongkan belenggu itu dalam dua kelompok besar. Pertama ketakutan dan keraguan. Kedua, belenggu kondisi.

Belenggu ketakutan dan keraguan. Inilah belenggu utama. Gajah berhenti berusaha lari karena ia takut jatuh lagi. Jatuh itu menyakitkan. Karena takut, ia belajar merasa nyaman dengan kondisi barunya. Ia pun masuk ke zona nyaman (comfort zone).

Setiap kita pasti merasa takut dan ragu melakukan sesuatu yang baru. Hal baru ada di luar zona nyaman kita. Setiap manusia pasti dilanda ketakutan dan keraguan ketika ia melangkah keluar dari zona nyamannya.

Misalnya anda ingin mulai berbisnis. Nah, anda pasti diserang ketakutan dan keraguan. Anda takut rugi. Anda takut ditolak. Anda takut ditertawakan. Anda takut ditentang keluarga. Anda pun merasa ragu dengan kemampuan anda. Anda ragu pada rekan bisnis anda dan sebagainya.

Bila anda menurutkan ketakutan dan keraguan itu, maka anda pasti tidak akan mulai. Berkuasanya ketakutan dan keraguan pada diri manusia membuat manusia itu diam. Tidak bergerak. Tidak mengambil langkah apa-apa. Tapi, begitu ia mengatasi ketakutan dan keraguannya, ia pun mulai bertindak. Pasti!

Belenggu kondisi adalah terbelenggunya potensi karena suatu kondisi. Misalnya kondisi ekonomi, sosial, usia, pendidikan, budaya, lingkungan dan sebagainya. Setiap kondisi mengandung belenggu.

Kondisi miskin bisa membelenggu. “Saya miskin. Tidak punya modal. Bagaimana bisa memulai bisnis?” Kondisi kaya pun bisa membelengu. “Untuk apa saya cape-cape bisnis. Uang saya kan sudah banyak.”

Jadi, meski kondisinya beda, tapi bisa membelenggu dengan hasil yang sama. Dalam kasus di atas, hasilnya adalah tidak mulai berbisnis.

Usia bisa membelenggu. “Saya sudah tua, sudah tidak bisa berpikir keras lagi”. Itu belenggu. Atau “Saya masih terlalu muda. Belum berpengalaman”
Jaman sekarang pendidikan pun bisa membelenggu. Orang yang pendidikannya rendah akan terbelenggu bila berpikir: “Saya kan tidak lulus SD, bagaimana bisa sukses?” Orang yang pendidikannya tinggi akan terbelenggu bila berpikir: “Pendidikan saya tinggi, masa saya harus jualan jadi pedagang kaki lima?” Jadi, kondisi apapun bisa membelenggu.

3. Memutuskan belenggu diri.

Dua belenggu di atas membelenggu potensi. Bagaimana memutuskan belenggu itu? Prinsipnya ada dua.
Pertama, optimalisasi potensi.
Kedua, pertolongan orang lain.

Optimalisasi potensi bersifat internal. Caranya ada dua.

Pertama, BENTUK TUJUAN. Misalnya orang miskin yang terbelenggu kemiskinannya. Nah, kondisi miskin itu pasti membuatnya tidak enak. Bila kondisi tidak enak itu sudah sampai puncaknya, ia akan berpikir: ”Bagaimana saya bisa jadi kaya?” Bila pikiran itu cukup kuat, ia akan berusaha sampai sukses. Banyak orang super kaya tadinya adalah orang super miskin.

Kedua adalah apa yang disebut MEMBINGKAI ULANG. Contohnya orang kurang berpendidikan formal. Ia berpikir: “Saya memang tidak lulus SD, tapi saya akan buktikan bahwa saya juga bisa sukses”. Pikiran itu membingkai ulang kondisi miskin. Itulah yang dilakukan Pak Andri Wongso. Sekarang ia berhasil. Ia menyebut dirinya SDTT TBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses).
Contoh lain orang kaya yang tidak mau berbisnis tadi. Ia berpikir:”Uang saya sudah banyak. Buat apa berbisnis?” Nah, sang orang kaya akan mulai bisnis bila ia membingkai ulang kondisinya. “Saya memang kaya. Tapi kalau tidak bisnis, pasti uang saya habis.”

Ada juga orang yang dilanda ketakutan dan keraguan. Tapi kemudian, pikirannya berbalik. Ia berpikir:”Paling resikonya saya kehilangan uang. Nanti juga saya dapat uang lagi.” Itulah membingkai ulang.

Prinsip kedua adalah pertolongan orang lain.
Prinsip kedua ini sebenarnya adalah penguat cara kedua. Orang tidak bisa ditolong oleh orang lain kecuali orang itu menolong dirinya sendiri.

Prinsip kedua ini ada dua cara praktis.
Pertama memberi ikan. Kedua memberi jala. Cara pertama bersifat lebih cepat. Ia langsung mengatasi belenggu tadi. Bila ada orang miskin, beri dia uang sesuai kebutuhannya. Selesai. Bila ada orang yang takut presentasi, ya sudah ambil alih oleh orang lain. Beres.

Cara pertama ini hanya menunda masalah. Belenggu dirinya masih ada. Mungkin malah lebih kuat. Sama dengan orang yang punya utang. Ia lari terus waktu utangnya ditagih. Dengan begitu utang tadi tidak jadi lunas kan?
Cara kedua adalah memberi jala. Bukan ikan. Jadi bila orang ragu dan takut bisnis, maka jangan dibiarkan ia mundur. Tapi ajari bagaimana ia bisa mengatasi ketakutan dan keraguannya dengan menggunakan prinsip kedua. Bangkitkan tujuannya dan bingkai ulang kondisinya.
Untuk orang yang takut berbisnis, katakan: “Bila anda tidak mulai bisnis, anda tidak akan pernah kaya. Anda pasti mau jadi orang kaya kan? Mau dapat penghasilan Rp. 100 juta per bulan? Mulailah bisnis!” Bangkitkan tujuan!
Atau, lakukan bingkai ulang. Katakan: “Kondisi miskin adalah kesempatan emas untuk sukses. Banyak sekali orang super kaya yang tadinya super miskin. Saya yakin anda adalah orang berikutnya.”

Jadi cara memberi jala adalah proses pendidikan. Pendidikan (education), sesuai asal katanya, yaitu dari educare. Artinya ‘mengeluarkan’. Jadi pendidikan itu harus bisa mengeluarkan potensi manusia yang hebat itu.
Jadi, tolonglah orang lain dengan mendidiknya. Buat (atau paksa) ia suka belajar. Suka baca buku. Suka diskusi. Suka ikut seminar dan pelatihan, dan sebagainya. Tantang dia bertindak dan mencapai target. Latih untuk menguasai kompetensi tertentu. Maafkan kesalahannya. Puji prestasinya.

follow

Popular Posts

Exchanger