Mau MODIS, CANTIK, tapi TIDAK SADAR malah merusak ARTI JILBAB itu sendiri ?


Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang mu- rah, jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya atau- pun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang yang ta'at (riya'). "Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan mem- berinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan apa pada pakaian tersebut."

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita... (QS an-Nur [24]: 31)

Menurut Wikipedia Jilbāb (Arab: جلباب ) adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri di dalam Al-Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31:
Secara etimologis jilbab berasal dari bahasa arab jalaba yang berarti menghimpun atau membawa. Istilah jilbab digunakan pada negeri-negeri berpenduduk muslim lain sebagai jenis pakaian dengan penamaan berbeda-beda. Di Iran disebut chador, di India dan Pakistan disebut pardeh, di Libya milayat, di Irak abaya, di Turki charshaf, dan tudung di Malaysia, sementara di negara Arab-Afrika disebut hijab
Di Indonesia, penggunaan kata "jilbab" digunakan secara luas sebagai busana kerudung yang menutupi sebagaian kepala perempuan (rambut dan leher) yang dirangkai dengan baju yang menutupi tubuh kecuali telapak tangan dan kaki.Kata ini masuk dalam lema Kamus Besar Bahasa Indonesia pada tahun 1990 bersamaan dengan mulai populernya penggunaan jilbab di kalangan muslimah perkotaan. Dalam kosakata bahasa Indonesia menurut KBBI, jilbab adalah kerudung lebar yang dipakai perempuan muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai ke dada Secara umum mereka yang menutupi bagian itu disebut orang yang berjilbab.

Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas
Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan, sesuai dengan salah satu ayat surah An-Nur 24:31 diatas

Segelintir orang menggunakan Jilbab atau hijab sebagai fashion atau style dan eksperimen masyarakat dalam berpakaian. Jilbab modis atau jilbab gaul merupakan suatu style yang diciptakan dan yang saat ini sedang ngetren di kalangan kaum hawa khususnya remaja, namun masih banyak model jilbab modis atau jilbab gaul ini tak sesuai dengan syariat islam.
Nggak jarang fenomena ini timbul karena banyak masyarakat yang ikut arus tren jilbab para selebriti Indonesia yang nampak anggun dengan pakaian muslimahnya, namun tak semua artis Indonesia tahu benar tentang cara berhijab yang sesuai dengan syariah Islam.
Sebab biasanya artis ingin mempunyai ciri khas menjadi brand dirinya sehingga para artis membuat model berhijab dengan model yang berbeda bahkan sampai ada yang cara berhijabnya tak sesuai dengan aturan atau syariat islam yang ada. Misalnya memakai jilbab yang tak menutupi dada dan meninggikan gulungan rambut seperti sanggul di balik jilbab yang mereka pakai.

Katanya mau modis sih, mau cantik sih, tapi apa ga sadar itu malah merusak arti dari jilbab itu sendiri 

Ini beberapa HIJAB/ JILBAB modis yang tidak sesuai syariat Islam.

1. Ikat rambut tinggi banget seperti sinetron "jinny oh jinny" 




Subhanallah...... ini sudah diperingatkan dari ratusan tahun lalu

“ada 2 golongan ahli neraka belum pernah dilihat , pertama kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang dipakai

untuk mencambuk manusia. Kedua, kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang yaitu yang berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium bau Surga, padahal bau Surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh ” [HR.Imam dan Muslim]





 


2. Make Jilbab mengikuti Cara pakai Kerudung agama lain

Kerudung Ala Biarawati
Kerudung Ala Yahudi
Kristen Ortodoks
Hindu (India)
Hindu (India)
Jilbab Modis
jilbab modis seperti biarawati


 


Model kerudung seperti itu menyerupai biarawati,! Seperti yang kita ketahui, bahwa siapa pun yang menyerupai suatu kaum Yahudi, maka dia sama seperti kaum itu. Biarawati itu bukan seorang muslim, Jadi tidak perlu diikut-ikut gaya penutup kepalanya.
Hati-hati dengan kerudung-kerudung model terbaru. Bisa saja kerudung itu menyerupai suatu kaum kafir, namun dimodifikasi hingga tampak samar.
Be carefully...



3. Jilbab dililit dileher
Jilbab Modis yang dililit di leher


Dengan melilitkan Jilbab ke leher, otomatis lilitan itu akan mengikuti bentuk leher. Kontradiksi dengan syariat berjilbab yang tidak boleh menggunakan kerudung yang membentuk lekuk tubuh (leher kan bagian dari tubuh juga,). Memasukkan jilbab ke dalam baju juga sama seperti melilitkan kerudung di leher. Kerudung jadi mengikuti lekukan leher.
Satu lagi, dengan melilitkan kerudung ke leher atau memasukkan kerudung ke dalam baju, otomatis kain kerudung tidak terjulur menutupi dada. Padahal syari'atnya, kerudung harus menjulur menutupi dada.
Don't do it!!!



4. Kerudung tidak menutupi dada
Aturan ini sudah ada sejak empat belas abad silam, yang tercantum dalam firman Allah SWT dalam QS An Nur ayat 31 diatas,




5. Bawahan leging/celana botol

Wah, yang ini sungguh terlalu. Leging ataupun jeans ketat (orang sekitar saya menyebutnya celana botol) sangat fatal akibatnya jika digunakan. Jauh sekali dari syariat berpakaian yang telah diatur oleh agama Islam.



Fashion seperti ini sangat bertentangan dengan konsep aurat wanita Islam (walaupun menutupi seluruh badan). Karena tipis dan terlalu ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh wanita. Pemakaian celana ketat bagi wanita yang berkerudung seperti menghina syariat Islam. Hal ini akan menyebabkan dosa, karena akan memancing perhatian orang-orang yang tidak dijaga Allah hatinya. Jika orang-orang yang tidak dijaga oleh Allah hatinya itu berdosa, maka yang membuat mereka berdosa juga akan berdosa lho!
Karena itu, 
HENTIKAN FASHION SEPERTI INI!





Ini akibatnya pake celana ketat/jeans..................... mengumbar syahwat

Tidak ada kompromi.
Menggunakan baju ketat = menampakkan lekuk tubuh.
Dan ini tidak dibenarkan dalam Islam.
Jangan dilakukan!!!


6. Pakai jilbab, tapi poninya kelihatan






Untuk apa berjilbab kalau poninya kelihatan? rambutkan aurat? saya pernah nanya ke salah satu orang yang begitu. dia malah jawab : "heheheh, takut poninya rusak"  Astagfirullah..........



7. Pakai jilbab tapi pake baju tangan pendek atau celana pendek...





Ini sama saja penghinaan terhadap syariat Islam............ Ya Allah

Seperti firman-Nya dalam QS al A’raf ayat 26 yang artinya :
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.



Make jilbab yang sewajarnya aja lah. kalaupun belum siap untuk jadi jilbaber, setidaknya jangan merusak arti dari jilbab itu sendiri yang berfungsi MENUTUP aurat. ingat MENUTUP, bukan MEMBUNGKUS !

8) Memakai ikat pinggang pada baju yang longgar

Tidak sedikit wanita yang sudah jelas menggunakan baju yang longgar, justru menggunakan ikat pinggang untuk menampakkan body-nya. Alasannya? Macam-macam. Ada yang takut dibilang gemuk, kayak ibu-ibu, dan sebagainya. Ini sudah aturan,  Tidak boleh menampakkan lekuk tubuh.




Itulah beberapa penyimpangan jilbab yang terjadi dalam waktu-waktu terakhir. Allah telah menyediakan pakaian terbaik untuk hamba-hambanya.
Seperti firman-Nya dalam QS al A’raf ayat 26 yang artinya
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Inilah aturan jilbab yang sesuai dengan syariat Islam:
a) Menutupi seluruh tubuh kecuali yang diperbolehkan terlihat (wajah dan tangan)
b) Jilbab bukan untuk kecantikan atau menarik perhatian orang (tidak berbentuk pakaian aneh yang menarik perhatian atau berwarna-warni)
c) Terbuat dari bahan yang tebal, tidak tipis
d) Longgar, tidak berupa pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menampakkan lekuk tubuh.
e) Tidak menyerupai laki-laki
f) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
g) Tidak dibubuhi minyak wangi.
h) Tidak menampakkan rambut sedikit pun.

Kira-kira seperti gambar di bawah ini lah:
 


Ngeri kalau membaca sabda Rasulullah yang artinya:

“Aku menengok ke dalam surga maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Aku menengok ke dalam neraka maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.”

Tidak akan pernah merugi hamba yang mengikuti perintah Rabb-Nya. Karena itu semua akan kembali pada diri kita sendiri. Menggunakan jilbaba sesuai syariat Islam memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

1. Menjaga kehormatan.
2. Membersihkan hati.
3. Melahirkan akhlaq yang mulia.
4. Tanda kesucian.
5. Menjaga rasa malu.
6. Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.
7. Menjaga ghirah.
8. Dan lain-lain.

Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab ayat 59, yang artinya:
“Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min semua hendaklah mereka melabuhkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih memastikan mereka agar dikenali (sebagai wanita Islam) supaya mereka tidak diganggu.”

Sebagian besar dari kita pasti tidak asing mendengar sebuah hadist yang diungkapkan oleh Rasulullah sejak lebih dari 14 abad silam. Hadist itu menjadi satu kebanggaan kaum muslimah.

Berikut makna dari hadist itu:
Dari ‘Abdullah bin ’Amr, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Dunia ini laksana perhiasan dan perhiasan yang paling baik adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 2668 CD, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Wanita itu indah. Sangat indah. Tidak banyak orang yang dapat bertahan oleh godaan makhluk indah itu. HANYA ORANG-ORANG YANG ALLAH JAGA HATINYA YANG DAPAT MENGHADAPI UJIAN WANITA DENGAN BAIK. Bahkan, suatu kaum yang memiliki catatan sejarah gemilang pada masa lalu, yaitu Bani Israil, mendapati fitnah pertamanya dikarenakan wanita, seperti perkataan Rasulullah dalam hadist yang berarti:

“Tidaklah kutinggalkan sesudah aku wafat, fitnah yang lebih berbahaya atas laki-laki daripada wanita. Sesungguhnya fitnah pertama pada Bani Israil dulunya terdapat pada kaum wanita”

Mungkin karena hal itu, keturunan Bani Israil saat ini, yaitu Yahudi, memiliki dendam kesumat terhadap wanita, khususnya wanita muslim.

Tapi apapun alasannya, saat ini kaum wanita SEDANG DISERANG SECARA BERTUBI-TUBI. Memang bukan tank-tank perang atau baracuda yang menyerangnya, tapi lebih dahsyat dari itu. Namun hanya sedikit yang menyadarinya.
 
Anda Muslim? Anda berjilbab? Sudahkah jibab Anda mengikuti syar'i? atau anda hanya ikut ikutan agar di bilang trendy?



Jangan pernah menyalahkan jilbab atas tingkah laku seorang wanita !!!
JILBAB itu WAJIB !!!
Ga ada hubungannya ke tingkah laku. Jika dia salah, salahkanlah ORANGNYA !!!
Karna jilbab itu KEWAJIBAN DIRI, bukan KESIAPAN HATI


Semoga ilmu ini bermanfaat.



Jika terdapat kekurangan mohon diingatkan dan diperbaiki.
Mohon atas segala kekhilafan.

Sesungguhnya kebenaran datang dari Allah, dan janganlah kamu menjadi orang yang ragu-ragu.

Wallahualam bis shawab...

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh...


Pemadaman Lampu Malam ini ditargetkan 3.500.000 Watt


JAKARTA - Pada tahun ke lima peringatan Earth Hour di Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan masih turut serta memperingatinya. Tahun ini, maskapai penerbangan nasional itu menargetkan pemadaman 3,5 juta watt listrik di malam puncak Earth Hour, Sabtu (29/3/2014).

"Malam puncak Earth Hour, yakni pada pukul 20.30 sd 21.30 WIB ditargetkan sebesar 3.500.000 watt, sama dengan target 2013 lalu," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia, Novianto Herupratomo melalui siaran pers, Sabtu (29/3/2014).
Untuk mendukung target itu, manajemen Garuda Indonesia melaksanakan berbagai program antara lain memadamkan lampu selama satu jam pada bagian-bagian tertentu di seluruh kantor perwakilan Garuda dan anak perusahaan di seluruh Indonesia.
"Selain itu memadamkan billboard Garuda di kantor-kantor di Indonesia, seperti di Gunung Sahari, Bandara Soekarno-Hatta, dan JPO Sarinah, serta beberapa titik di seluruh kota di Indonesia," katanya.

Sejak pertama kali mendukung program Earth Hour pada  2009, Garuda berhasil meningkatkan jumlah penghematan pemakaian daya listrik di lingkungan perusahaan maupun kediaman karyawan Garuda.
Pada 2011, Garuda mampu mencatatkan pencapaian penghematan daya listrik di lingkungan perusahaan dan kediaman karyawan sebesar 2.158.527 watt. Jumlah itu meningkat empat kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Putra Gorontalo Penerima Gelar Doktor Pertama di Jepang

Perubahan tren industri global melahirkan tantangan baru yang tidak mudah bagi Indonesia dalam memikat 'angsa terbang' produsen global. Indonesia harus meningkatkan kapasitas teknologi dan keahlian sumberdaya manusia untuk menghadapinya.
Bukan cuma peningkatan kapasitas dalam pengembangan produksi dan teknologi di sektor-sektor sekunder dan tersier, namun perbaikan kapasitas sumberdaya manusia dalam jangka panjang jauh lebih penting untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia.
Simpulan tersebut merupakan salah satu benang merah acceptance speech pengusaha Rachmat Gobel, seusai menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Chuo, Jepang, di Tokyo, Senin (24/3/14). Gelar itu diserahkan oleh Acting Chancellor Chuo University  Akira Tohyama, disaksikan Presiden Chuo University Tadahiko Fukuhara.
Rachmat, yang dikenal sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang atau PPIJ sekaligus Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia, menjadi penerima gelar Doktor HC yang ke-17 dari Universitas Chuo, dan orang Indonesia pertama yang menerima gelar tersebut.
Gelar Doktor HC untuk Rachmat Gobel diberikan karena Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia itu dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa dalam mempererat persahabatan Indonesia-Jepang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dalam pidatonya, Rachmat menguraikan tren utama dalam perekonomian global dan Asia, serta dampaknya terhadap hubungan Indonesia – Jepang sekaligus tantangan yang dihadapi Indonesia.
Perubahan tren, yang disinggung Rachmat, antara lain kebangkitan Asia dan tumbuhnya kelas menengah, perubahan sifat bersaing global, perubahan iklim, energi terbarukan,  dan revolusi energi.
Khusus tentang kebijakan energi, Rachmat menguraikan dampak perubahan iklim yang menantang perlunya energi terbarukan dan revolusi energi di sisi lain.
Dia menilai, gerak cepat Amerika Serikat mengganti energi batu bara dengan gas shale yang lebih murah dan bersih telah membantu negara itu menurunkan tingkat emisi lebih dari negara manapun di dunia.
Pada 2010, produksi gas shale AS meningkat mencapai 138 miliar meter kubik, mencakup 23% dari total produksi gas alam negara itu. Para ahli juga menemukan cadangan shale yang besar di Eropa dan China.
Rachmat menduga, gas shale barangkali merupakan kunci emas bagi permasalahan energi dunia. "Bukan hanya berlimpah, ia juga lebih efisien dan melepas hingga 50% lebih sedikit karbon dioksida  dibandingkan  bahan bakar fosil," ujarnya. 

Jejak Kaki Asia
Khusus tentang Asia, Rachmat menjelaskan bahwa kawasan benua yang kini dihuni 3,9 miliar orang itu merupakan setengah dari populasi dunia.
Pertumbuhan ekonomi Asia juga telah melampaui negara-negara berkembang, lebih dari 8% per tahun sejak 1999 hingga 2012.
Salah satu motor Asia, yakni China, telah mengalami pergeseran ekonomi yang penting. Selama periode ini, setiap tahun PDB China tumbuh rata-rata 10% dan saat ini perekonomian China telah menjadi nomor dua terbesar di dunia, dengan cadangan devisa US$3,3 triliun.
Ke depan, Asia diramalkan akan menguasai 51% PDB dunia pada 2050. "Ini merupakan pergeseran struktural yang besar dalam perekonomian global," ujarnya.
Kelas menengah Asia juga tumbuh cepat, yang diperkirakan akan mencakup dua pertiga dari jumlah kelas menengah dunia yang mencapai 4,9 miliar pada 2030.
"Strata sosial ini akan menjadi pendorong amat kuat bagi konsumsi, yang akan mengubah sifat permintaan global dan cara berbagai pelayanan yang diperlukan," jelasnya.
Kondisi tersebut akan mempengaruhi cara produk-produk dirancang dan diproduksi, mempengaruhi inovasi yang murah – contohnya inovasi ‘Juggad’ di Hindi  yang memungkinkan pembuatan tablet seharga US$35, untuk meningkatkan akses ke pendidikan di pedesaan India.  
Contoh lain adalah perkembangan TATA Nano yang menggambarkan penggunaan teknologi lebih meluas, bukan hanya untuk sekelompok minoritas yang eksklusif, melainkan diadaptasi untuk mayoritas kelompok kelas menengah.
Dia yakin tren-tren sosial-ekonomi ini, berbarengan dengan terobosan-terobosan teknologi di berbagai bidang, dari nano-teknologi, informasi komunikasi dan biologi sintetis, akan mendatangkan peluang pasar yang luar biasa di Asia.
"Asia akan terus tumbuh dan meninggalkan jejak kaki yang lebih besar dalam perekonomian global," tegasnya. 

Penyusutan outsourcing
Dalam bagian lainnya, Rachmat mengemukakan Asia dalam dekade terakhir telah sangat diuntungkan oleh gelombang alih daya (outsourcing) dunia.
Sumber daya yang berlimpah, tenaga kerja murah dan insentif-insentif pemerintah yang menggoda, telah menguntungkan produsen global menghemat biaya produksi secara signifikan.
Ini telah membuka peluang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dari transfer teknologi, proses manajemen, praktik bisnis yang bersaing dan pengetahuan di bidang manufaktur.
Namun, pola produksi global perlahan berubah: peluang Asia dari sisi biaya dengan cepat tergerus oleh kenaikan upah, lonjakan harga energi dan produktivitas yang rendah.
Akibatnya, terdapat tren baru dari para pemilik pabrik, yang memindahkan kembali produksi ke negara-negara maju.
Pada 2010, misalnya, Ford Motor Co. memindahkan pekerjaan dari para pemasok di China, Meksiko dan Jepang, kembali ke Amerika Serikat. Perusahaan seperti General Electric, Caterpillar Inc. dan Volkswagen, juga mengurangi sebagian kebijakan alih daya mereka.
Mengantisipasi hal itu, pemerintah China terang-terangan berniat memindahkan rantai nilai manufaktur  dan mengembangkan sektor jasa lebih jauh lagi.
Namun langkah tersebut menimbulkan tantangan lain. Paradigma angsa terbang (flying geese paradigm) akan menjadi kian nyata dalam dua cara.
Pertama, menurut Rachmat, di dalam negeri China akan terjadi relokasi aktivitas manufaktur, menjauh dari wilayah-wilayah tepi pantai yang relatif mahal. Kedua, jelasnya, pabrik-pabrik akan lebih mengintensifkan diversifikasi operasi mereka ke luar China, untuk mendapatkan biaya yang lebih murah.
Apakah lantas Indonesia diuntungkan? Rachmat justru menduga, pabrik-pabrik akan pindah ke India, Filipina, Bangladesh dan Vietnam di Asia, serta Brasil, Peru, Kolombia dan Cili, di  Amerika Latin. Di Afrika ada peluang negara seperti Ethiopia, Ghana, Rwanda dan Tanjung Verde sebagai tujuan investasi baru.
"Negara-negara tersebut akan bersaing melawan Indonesia... manakala perusahaan-perusahaan global mencari lebih banyak lagi wilayah yang menawarkan biaya produksi yang lebih efektif," paparnya. 

Hubungan Indonesia-Jepang
Khusus mengenai hubungan Indonesia, Rachmat mengatakan tingkat kepercayaan terhadap negara ini terus meningkat secara signifikan dalam tahun-tahun terakhir. Investasi asing langsung naik  tiga kali lipat sejak 2005, mencapai rekor US$25,7 miliar pada 2013.
Namun dia mengingatkan salah satu tantangan terbesar Indonesia untuk tahun-tahun mendatang adalah bergabungnya negeri ini ke dalam pasar global yang kian kompetitif.
Selain itu, Indonesia juga mengalami transisi yang penting dari penghasil komoditas bernilai tambah rendah menjadi sebuah basis industrial yang lebih bervariasi.
Dalam konteks itu,  hubungan Indonesia-Jepang menjadi kian penting, katanya. Indonesia, menurut Rachmat, akan diuntungkan oleh aliran investasi langsung Jepang ke dalam industri-industri seperti retail, media dan sektor-sektor produk konsumen.
Investasi semacam itu diyakini akan membantu memperluas modal ekonomi dan meningkatkan kapasitas produksi, teknologi dan keahlian yang menopang pengembangan sektor-sektor sekunder dan tersier di Indonesia.
Namun, bukan itu saja yang dibutuhkan. Rachmat mengingatkan, dalam jangka panjang, Indonesia akan perlu mengatasi isue penting menyangkut pembangunan sumber daya manusia dan produktivitas angkatan kerja.
Mengingat reputasi Jepang yang kuat dalam hal kecepatan, efisiensi dan ketepatan proses-proses kerja, bantuan Jepang dalam bentuk pengembangan keterampilan dan pelatihan amat diperlukan. "Ini akan menolong  Indonesia untuk meningkatkan keahlian angkatan kerjanya dan mendorong peningkatan produktivitas," jelasnya.
Penerimaan gelar Doktor HC bagi Rachmat Gobel kemarin dihadiri sejumlah tamu dari Indonesia, termasuk Dubes RI di Jepang Yusron Ihza Mahendra, mantan Menteri perindustrian Fahmi Idris, mantan mnteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal, dan sejumlah praktisi bisnis dan pengurus Kadin. (*)

follow

Popular Posts

Exchanger